Share

Ketika Anies dan Ganjar Unggah Video Ceramah Ustad Das'ad soal Penutupan Masjid

Irfan Ma'ruf, iNews · Jum'at 09 Juli 2021 06:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 09 337 2437879 ketika-anies-dan-ganjar-unggah-video-ceramah-ustad-das-ad-soal-penutupan-masjid-E6AZTDRYQZ.jpg Ustadz Dasad Latif. (Foto : Instagram)

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menunggah potongan video yang salam dalam akun Instagram pribadinya masing-masing, Kamis (8/7/2021). Video tersebut berisi potongan ceramah Ustaz Das'ad Latif mengenai aturan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Anies lebih dulu mengunggah video itu, lalu beberapa jam kemudian Ganjar juga ikut mengeposnya.

Anies menyebutkan, ada seorang sahabat yang mengirimkan rekaman ceramah Ustadz Das'ad Latif. Ia pun menanyakan cara agar bisa mendapatkan file rekaman dengan resolusi tinggi.

“Pesan itu diteruskan kepada Ustadz Dasad Latif @dasadlatif1212. Atas kebaikannya, beliau malah mengirimkan sendiri file rekaman ceramahnya itu,” kata Anies dalam akun Instagram.

Ia kemudian menyampaikan terima kasih kepada Ustaz Dasád yang membolehkannya untuk membagikan rekaman ceramah tersebut. Anies menilai, dakwah tersebut memiliki pesan penting untuk direnungkan bersama.

“Renungan dari seorang ustadz yang cerdas dan selalu mampu melihat masalah dari sudut pandang yang baru,” kata Anies.

Hal senada diungkapkan Ganjar. Ia pun mengajak pengguna media sosial menyimak ceramah Ustaz Das’ad.

“Saya doakan panjenengan sehat & selalu bersemangat dalam menjalani kegiatan se hari2. Jangan lupa bahagia ya?!,” ujarnya.

Penutupan Masjid

Ceramah Ustaz Das'ad tersebut merespons pertanyaan mengenai penutupan masjid saat penerapan PPKM darurat di Jakarta. Ia menjelaskan, ada lima hal untuk merespons pertanyaan itu.

Baca Juga : PPKM Darurat, MUI : Pemerintah Harus Gerak Cepat Salurkan Bantuan ke Masyarakat

“Satu, saya pengikut fatwa majelis ulama. Bukan pribadi (perseorangan), tetapi majelis. Namanya majelis, kumpulan orang-orang hebat di dalam majelis,” katanya. (erh)

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Menurutnya,dalam majelis ulama terdapat ahli fikih, sejarah, bahasa, filsafat, sosial, dan lainnya, semua bermusyawarah. Hasilnya majelis ulama menganjurkan untuk sementara beribadah di masjid ditiadakan.

Ustaz Das’ad menegaskan, kebijakan itu pun hanya berlaku di Jakarta. Artinya, tak semua masjid di Indonesia ditutup. Mengapa di Jakarta ibadah di masjid ditiadakan? Itu karena terlalu banyak korban Covid-19.

“Kedua, berkait ini. Ada bertanya, kenapa masjid ditutup, pasar dibuka? Banyak yang tanya gitu toh?,” ucapnya.

Ustaz Das'ad menegaskan, fungsi-fungsi masjid boleh dipindahkan dan dilakukan di rumah. Sholat berjamaah boleh dilakukan di rumah. Begitu juga dengan berdoa, zikir, serta ngaji.

Hal itu berbeda dengan pasar. Fungsi pasar tidak dapat dipindahkan ke rumah. Dia selanjutnya meminta masyarakat agar bijaksana menerima pesan di media sosial. Itu karena banyak pengguna media sosial dilandasi sentimen, yakni mereka yang selalu menebar kebencian.

Pesan keempat, Ustaz Das’ad mendorong agar pemerintah lebih serius lagi dalam menanganan wabah Covid-19. Pesan kelima ditujukan kepada para pengusaha, terutama yang bergerak di bidang alat kesehatan.

“Jangan sampai kau jadikan wabah Covid-19 ini sebagai ladang bisnis. Masyarakat sudah kehilangan kerjanya, hidupnya. Jika sampai kau jadikan wabah ini sebagai bisnis, tidak berkah hidupmu,” ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini