Ketika Presiden Soeharto Bicara soal Peran Wanita dan Kawin Lagi

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 09 Juli 2021 06:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 08 337 2437775 ketika-presiden-soeharto-bicara-soal-peran-wanita-dan-kawin-lagi-QZRf1rMctH.jpg Soeharto (foto: ist)

Wanita Indonesia telah ikutserta dalam Konferensi Wanita Internasional tabun 1980 di Kopenhagen yang menghasilkan konvensi mengenai penghapusan segala bentuk diskriminasi terhadap wanita. Indonesia langsung menandatangani konvensi itu.

Dalam kegiatan regional, wanita Indonesia memprakarsai pembentukan “Asean Women’s Programmes“, lalu pembentukan “Asean Confederation.of Women’s Organization“.

Keberhasilan meningkatkan peranan wanita tanpa mengingkari kodratnya akan merupakan kunci keberhasilan pembangunan di masa datang. Saya paham, masalah yang sering muncul dalam meningkatnya peranan wanita di masyarakat adalah ketelantaran anak-anak dan keluarga. Saya pun paham, cukup sulit menemukan keserasian yang tepat antara tugas rumah tangga yang berhasil dan karier yang sukses.

Tetapi munculnya seseorang seperti Doktor Pratiwi Soedarmono yang terpilih sebagai antariksawan, astronot pertama Indonesia adalah pertanda kemajuan wanita Indonesia selangkah lagi. Doktor Pratiwi adalah wanita pertama yang berpredikat ahli mikrobiologi di Indonesia dan akan mendapatkan kesempatan melakukan riset dalam bidang ilmunya di angkasa luar. Bukankah ini satu prestasi kita yang patut kita banggakan?

Kemenangan gerakan wanita di Indonesia adalah diundangkannya Undang-Undang Perkawinan, UU No.1 tahun 1974. Ini tonggak sejarah kemajuan lagi daripada perjuangan wanita Indonesia khususnya, dan perjuangan kita semua pada umumnya. Ini tonggak sejarah untuk meningkatkan harkat dan martabat wanita kita dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, dan berbangsa.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini