KPK Duga Aa Umbara Terima Gratifikasi dari Banyak Instansi di Bandung Barat

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 08 Juli 2021 10:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 08 337 2437347 kpk-duga-aa-umbara-terima-gratifikasi-dari-banyak-instansi-di-bandung-barat-1xd6My50ko.jpeg Aa Umbara berbaju tahanan KPK. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga Bupati nonaktif Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna (AUM) bukan hanya melakukan tindak pidana korupsi terkait pengadaan barang tanggap darurat bencana pandemi Covid-19. Aa Umbara Sutisna diduga juga menerima gratifikasi dari berbagai instansi di Pemkab Bandung Barat.

Dugaan penerimaan gratifikasi Aa Umbara Sutisna dari berbagai instansi tersebut didalami penyidik lewat sejumlah saksi pada Rabu, 7 Juni 2021, kemarin. Sejumlah saksi yang diperiksa tersebut yakni, Kadinsos Bandung Barat, Sri Dustirawati; dua orang PNS Aah Wastiah dan Lukmanul Hakim.

Baca juga: KPK Cecar Eks Anggota DPRD Jambi soal Uang Suap 'Ketok Palu'

Kemudian, Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bandung Barat, Syamsul Effendi; serta Kabid Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Drs Wewen Surwenda.

"Para saksi hadir dan tim Penyidik masih terus mendalami antara lain terkait dugaan adanya penerimaan gratifikasi oleh tersangka AUM dari beberapa instansi di Pemkab Bandung Barat," kata Plt Juru Bicara KPK, Ipi Maryati Kuding melalui pesan singkatnya, Kamis (8/7/2021). 

Seharusnya, ada lima saksi lagi yang dijadwalkan diperiksa sebagai saksi pada Rabu kemarin. Kelima saksi tersebut yakni, Kadis Pariwisata Kabupaten Bandung Barat, Heri Partono, tidak hadir dengan alasan sakit. Seorang PNS, Ade Sudiana, dinyatakan tidak hadir dan akan dijadwalkan ulang pemeriksaan. 

Baca juga: KPK Pantau Proses Penyaluran Bansos Tunai Covid-19

"Kemudian Rustiyana,ST, MT, M.Pd (Kabid Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan KBB), Seftriani Mustofa (Ibu Rumah Tangga) dan Tugihadi (Pedagang), Para saksi tidak hadir dan tidak mengkonfirmasi. KPK tetap menghimbau untuk kooperatif hadir dan Tim Penyidik segera melakukan penjadwalan ulang," pungkasnya 

Sebelumnya, KPK resmi menetapkan Aa Umbara Sutisna (AUM) dan anaknya, Andri Wibawa (AW) selaku pihak swasta sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait pengadaan paket bahan pangan (sembako) untuk penanggulangan pandemi Covid-19. 

Tak hanya anak dan ayah tersebut, KPK juga menetapkan pemilik PT Jagat Dir Gantara (PT JDG) dan CV Sentral Sayuran Garden City Lembang (SSGCL) M Totoh Gunawan (MTG) sebagai tersangka dalam kasus ini. Para tersangka tersebut diduga total menerima keuntungan Rp5,7 miliar dari korupsi tersebut.

Dalam perkara ini, Aa Umbara Sutisna diduga menerima uang sebesar Rp1 miliar terkait pengadaan paket bahan pangan sembako untuk penanggulangan Covid-19 di Bandung Barat. Sedangkan Andri Wibawa, diduga menerima keuntungan sebesar Rp2,7 miliar. Sementara M Totoh Gunawan diduga menerima Rp2 miliar. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini