Kemenkes: Silahkan ke Rumah Sakit Jika Membutuhkan Oksigen Medis

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 07 Juli 2021 10:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 07 337 2436775 kemenkes-silahkan-ke-rumah-sakit-jika-membutuhkan-oksigen-medis-yUnYIgASe2.jpg Foto: Okezone.

JAKARTA - Di tengah lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia, persediaan oksigen medis semakin menipis, terutama oksigen medis yang diperjualbelikan untuk umum. Masyarakat mencari oksigen medis untuk mengantisipasi gagal nafas ataupun persiapan saat isolasi mandiri (isoman).

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengakui berkurangnya stok oksigen medis ini. Pasokan oksigen medis saat ini difokuskan untuk mengisi kekosongan di rumah-rumah sakit.

BACA JUGA:  Viral Pasien Bergelimpangan di Rumah Sakit, Masih Belum Yakin Covid-19 Berbahaya?

Karena itu jika ada masyarakat yang benar-benar butuh oksigen medis, Kemenkes meminta mereka untuk langsung mendatangi rumah sakit terdekat.

"Jika butuh oksigen medis, harus ke sumah sakit ya. Kalau memang tidak memiliki oksigen," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi kepada MNC Portal Indonesia, Rabu (7/7/2021).

Pemerintah saat ini sedang melakukan berbagai upaya untuk memenuhi pasokan oksigen medis di rumah-rumah sakit. Tak hanya di rumah sakit, pemerintah juga berusaha untuk mengisi kekosongan oksigen medis di masyarakat.

BACA JUGA: Jurnalis Kriminal Belanda Sekarat Setelah Diterjang Lima Peluru di Jalanan Amsterdam

"Kami juga berusaha, peningkatan oksigen medis ini juga dapat memenuhi stasiun o2 yang ada di masyarakat, tapi prioiritas tentunya ke rumah sakit," pungkasnya.

Adapun, beberapa upaya pemerintah dalam memenuhi pasokan oksigen di rumah sakit yakni dengan mengkonversi industri gas sebesar 50 persen untuk pemenuhan kebutuhan oksigen medis. Tak hanya itu, pemerintah juga berencana mengimpor tabung oksigen untuk memenuhi pasokan di rumah sakit.

Sekadar informasi, angka konfirmasi positif Covid-19 di Indonesia dalam beberapa waktu belakangan ini terus mengalami lonjakan yang drastis, khususnya Jakarta. Bahkan, varian baru dari virus corona yang mematikan dan lebih mudah menular sudah menyebar di Indonesia.

Indonesia mengalami beberapa permasalahan akibat lonjakan kasus tersebut. Diantaranya, ketersediaan oksigen medis yang saat ini sedang diburu oleh masyarakat. Selain itu, keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) yang sudah melebihi batas standar organisasi kesehatan dunia (WHO).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini