Satgas Minta Pemda Luar Jawa-Bali Antisipasi Penularan Covid-19 di Daerahnya

Kiswondari, Sindonews · Selasa 06 Juli 2021 22:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 06 337 2436601 satgas-minta-pemda-luar-jawa-bali-antisipasi-penularan-covid-19-di-daerahnya-amIx1iL4ih.jpg Juru bicara pemerintah penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito (foto: Satgas Covid-19)

JAKARTA - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mengingatkan bahwa perkembangan peta zonasi risiko minggu ini harus diantisipasi semua daerah. Perkembangannya menunjukkan jumlah daerah zona merah (risiko tinggi) ada 96 kabupaten/kota, zona oranye (risiko sedang) ada 293 kabupaten/kota, zona kuning (risiko rendah) 109 kabupaten/kota dan zona hijau (tidak ada kasus baru/tidak terdampak) ada 16 kabupaten/kota.

Juru Bicara (Jubir) Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito menyebut, kabupaten/kota zona merah ini masih didominasi daerah dari Pulau Jawa-Bali. Yang perlu dicermati, ada 27 kabupaten/kota dari luar Pulau Jawa-Bali. Dan diminta dengan sangat untuk memperhatikan perkembangan kasus di wilayahnya masing-masing serta menegakkan peraturan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat (PPKM Darurat).

"Segera ambil langkah-langkah efektif dan tepat sasaran untuk menekan penularan agar tidak semakin meningkat seperti di Jawa dan Bali," ucap Wiku dalam Keterangan Pers Harian PPKM Darurat secara daring yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (6/7/2021).

Baca juga:  Bandung Zona Merah, Ribuan Warga Antusias Ikut Vaksinasi Covid-19 di RSHS

Oleh karena itu, kata Wiku, Pemda setempat perlu mengantisipasi perkembangan pandemi di wilayahnya. Dengan memastikan kapasitas fasilitas pelayanan kesehatan cukup dan memadai. Sehingga seluruh pasien Covid-19 dapat ditangani dengan baik dan angka kesembuhan dapat meningkat tinggi.

"Yang paling penting adalah berdayakan posko yang telah terbentuk di tingkat desa/kelurahan untuk berkoordinasi dengan berbagai unsur agar penanganan dapat lebih sistematis dan dapat terkendali dengan baik," jelasnya.

Baca juga:  Masuk Zona Merah, Wali Kota Depok: Masyarakat Tetap Berada di Rumah

Dan perlu dipahami, Wiku menjelaskan, perkembangan peta zonasi risiko harus diperhatikan semua Pemda. Karena zona risiko digunakan untuk melihat masalah pada skala yang lebih luas yaitu 34 provinsi di Indonesia. Kemenkes menggunakan leveling 1-4 dalam menilai situasi daerah secara spesifik pada indikator transmisi komunitas dan kapasitas respon pada 7 provinsi di Pulau Jawa-Bali.

Selain itu, dia menambahkan, pengkategorian daerah menggunakan warna merah, oranye, kuning dan hijau dalam zonasi risiko sesuai konsensus internasional terkait kebencanaan. Indikator yang digunakan ialah indikator epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat dan pelayanan kesehatan.

Berikut Daftar 27 Kabupaten/Kota Zona Merah Non Jawa-Bali

1. Aceh: Banda Aceh dan Aceh Tengah

2. Bengkulu: Bengkulu

3. Jambi: Batanghari

4. Kalimantan Barat: Singkawang, Pontianak, Waringin Timur dan Kota Palangkaraya

5. Kalimantan Tengah: Balikpapan, Samarinda dan Bontang

6. Kepulauan Riau: Tanjung Pinang, Batang dan Bintan

7. Lampung: Bandar Lampung, Lampung Utara dan Pring Sewu

8. Maluku: Ambon

9. Maluku Utara: Ternate

10. Papua Barat: Fakfak

11. Sulawesi Tenggara: Kota kendari dan Konawe

12. Sumatera Barat: Padang Pariaman dan Bukit Tinggi

13. Sumatera Selatan: Lahat, Musi Banyuasin dan Palembang

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini