Deretan Aksi Fenomenal Kopassus di Papua, Baku Tembak hingga Bebaskan Ratusan Sandera

Tim Okezone, Okezone · Rabu 07 Juli 2021 06:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 06 337 2436396 deretan-aksi-fenomenal-kopassus-di-papua-baku-tembak-hingga-bebaskan-ratusan-sandera-hgqVTKAeoE.jpg Kopassus. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Konflik dalam suatu negara adalah hal yang tidak dapat dihindari, tetapi perlu dikelola. Terlebih konflik yang melibatkan kekuatan bersenjata. Dalam catatan sejarah Indonesia, konflik atau pemberontakan yang melibatkan kekuatan bersenjata beberapa kali terjadi yang kemudian menjadi awal mula dibentuknya Komando Pasukan Khusus atau Kopassus.

Kopassus merupakan bagian dari TNI Republik Indonesia yang memiliki kemahiran dalam taktik dan teknik perang yang salah satu tugasnya adalah menangani kelompok bersenjata di Papua. Berikut deretan aksi Kopassus di Papua beberapa waktu ke belakang.

Baca juga: Aksi Heroik Pasukan Kopassus Rebut Irian Barat dari Tangan Belanda

1. Baku tembak Kopassus dan KKB di Ilaga

Pada bulan Mei 2021 lalu terjadi kontak bersenjata antara aparat TNI-Polri dan kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang dikonfirmasi kebenarannya oleh Kepala Satuan Tugas Humas Nemangkawi Kombes Iqbal Alqudusy.

Sejak awal April, wilayah Ilaga memang sedang memanas dan telah terjadi sejumlah peristiwa penembakan. Bahkan KKB sempat membakar fasilitas umum sekolah. Pada baku tembak tersebut, terdapat satu anggota KKB yang tewas di bawah pimpinan Lekagak Telenggen.

Baca juga: 3 Keunggulan Pasukan Komando Baret Merah Ini Bikin Ciut Nyali Musuh

2. Kontak senjata di Sugapa dalam pengamanan bandara

Baku tembak juga sempat terjadi pada bulan Oktober 2020 lalu di wilayah Intan Jaya, Papua, lebih tepatnya di sekitar Bandara Bilorai. Kontak senjata ini terjadi antara personel TNI dari TNI dan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB).

Kapten Kogabwilhan III Kol Czi IGN Suriastawa menyatakan bahwa kejadian ini terjadi ketika satuan TNI sedang melakukan pengamanan di bandara. Tugas pengamanan ini dilakukan untuk menjamin keamanan penerbangan sipil dari ancaman KKSB.

3. Operasi senyap di Tembagapura

Pada 17 November 2017 lalu, Kopassus bersama Tim Intai Kostrad melancarkan operasi senyap yang berhasil membebaskan sandera di wilayah Banti dan Kimberli, Tembagapura. Operasi ini meliputi rangkaian pengintaian lokasi penyekapan oleh 13 personel Kopassus dan 10 personel Kostrad selama 5 hari sebelum hari penyergapan.

Sekitar 344 warga sipil yang dijadikan sandera berhasil dilakukan meskipun diakui bahwa upaya pembebasan tersebut penuh risiko lantaran serangan balik yang dilakukan oleh KKB dari jarak jauh.

Selain pembebasan warga sipil, operasi ini juga dilakukan untuk menuntaskan tugas merebut Kampung Kimberli dari KKB. Kopassus dan Kostrad berhasil menuntaskan operasi ini dalam waktu 78 menit meskipun jarak pandang yang terbatas akibat kabut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini