Evaluasi PPKM Darurat Tunjukkan Kemajuan, Perlu Pengurangan 50 Persen Mobilitas

Dita Angga R, Sindonews · Senin 05 Juli 2021 18:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 05 337 2435894 evaluasi-ppkm-darurat-tunjukkan-kemajuan-perlu-pengurangan-50-persen-mobilitas-6Djq4DGKqj.jpg PPKM Darurat.(Foto:Dok Okeozone)

JAKARTA - Plh Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kemendagri, Suhajar Diantoro mengatakan, dari hasil evaluasi pelaksanaan PPKM Darurat selama tiga hari, sudah ada kemajuan. Seperti diketahui PPKM Darurat dilaksanakan sejak tanggal 3 sampai 20 Juli 2021.

“Hari ini telah memasuki hari ketiga. Tadi rapat dipimpin bapak Menko Maritim dan Ivestasi (Marinves) Luhut Binsar Panjaitan (LBP) menyebutkan, ada kemajuan namun belum menggembirakan,” katanya dalam Rakor Pelaksanaan PPKM Darurat Jawa-Bali, Senin (5/7/2021).

Suharja menambahkan, sebagaimana arahan Menko Marinvest perlu pengurangan mobilitas 50% untuk menekan laju penularan covid varian delta. Terutama di 122 kabupaten/kota yang melaksanakan PPKM Darurat.

Baca Juga: Jokowi Minta Bansos PKH Cair Minggu Ini

“Artinya aktivitas mobilitas masyarakat yang selama ini kita saksikan bersama di seluruh 122 kab/kota ini kita harus tekan di bawah 50%. Paling kurang itu baru akan meminimalisir laju, baru akan meminimalisir laju penyebaran Covid-19 itu sendiri,” ungkapnya.

Namun begitu pengurangan mobilitas di beberapa daerah masih di bawah 50%. Pengurangan mobilitas paling banyak ada di Kota Tangerang Selatan sebesar 31%. Sementara di tempat lain belum mampu menekan mobilitasnya mencapai angka tersebut.

“DKI Jakarta misalnya baru mampu menekan mobilitas masyarakat belum mencapai 20%. Artinya lalu lintas mobilitas masyarakat di DKI yg kita rasakan hari ini telah menurun tapi baru menurun sekitar 18%. Kalau menurut google map mobility baru 22,5%,” pungkasnya.

(saz)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini