Berperan Penting dalam Penanggulangan Covid, Ini Sejarah Berdirinya RSD Wisma Atlet

Tim Okezone, Okezone · Selasa 06 Juli 2021 06:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 05 337 2435829 berperan-penting-dalam-penanggulangan-covid-ini-sejarah-berdirinya-rsd-wisma-atlet-Apvj5QHGqQ.jpg Foto: Okezone.

JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus pertama paparan Covid-19 di Indonesia pada awal Maret 2020 silam. Sejak itu, Indonesia semakin bersiap menghadapi gelombang virus asal Wuhan, China ini. Pemerintah juga langsung menyiapkan fasilitas kesehatan dan ruang isolasi di berbagai rumah sakit di Jakarta. Salah satunya adala Wisma Atlet Kemayoran yang kemudian disulap menjadi Rumah Sakit Darurat atau RSD.

BACA JUGA: Tak Boleh Lewat Penyekatan PPKM Darurat, Warga Ngamuk Membanting Motor

Wisma Atlet resmi dijadikan sebagai RSD dan mulai beroperasi pada 23 Maret 2020. Dilansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan, RSD Wisma Atlet telah dinyatakan sebagai lokasi karantina. Jadi, seluruh fasilitas dan wilayah yang ada di dalamnya, masuk ke dalam zonasi kekarantinaan alias zona kuning. Sehingga, tak sembarang orang bisa masuk ke dalamnya.

Sebelum dijadikan sebagai RSD, Wisma Atlet diperuntukkan untuk penginapan atlet selama perhelatan Asian Games dan Asian Paragames pada 2018 lalu. Proyek pengerjaannya pun ditangani oleh Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) dan dimulai pada Maret 2016. Kompleks Wisma Atlet memiliki 10 tower dengan jumlah kamar mencapai 7.424 serta dapat menampung hingga 22 ribu atlet.

BACA JUGA: Keterisian ICU RS Covid-19 di Banten Capai 96,67%, Tertinggi di Wilayah PPKM Darurat

Setelah pesta olahraga terbesar se-Asia itu selesai pada 2 September 2018, pemerintaah berniat untuk menjadikan Wisma Atlet sebagai rumah susun bagi masyarakat. Namun, hal itu tidak terealisasi. Hingga akhirnya, wabah Covid-19 menerjang dan menjadikan bangunan ini sebagai RSD Covid-19.

Dilansir dari Okezone, jumlah pasien yang menjalani perawatan di Wisma Atleh per 30 Juni 2021 adalah 7.113 orang. Adapun rincian penyebaran pasiennya adalah 2.176 orang dirawat di tower 4, 2.048 orang di tower 5, 1.162 orang menjalani perawatan di tower 6 dan 1.272 orang sisanya ada di tower 7.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini