Oksigen Langka, PERSI Ungkap dari Nakes Dipukul Warga hingga Rumah Sakit Hentikan Aktivitas

Kiswondari, Sindonews · Senin 05 Juli 2021 16:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 05 337 2435817 oksigen-langka-persi-ungkap-dari-nakes-dipukul-warga-hingga-rumah-sakit-hentikan-aktivitas-OUV5yPQDsm.jpg Ilustrasi.(Foto:Dok Okezone)

JAKARTA - Kelangkaan oksigen medis ternyata memiliki dampak yang cukup besar terhadap penanganan pandemi Covid-19, di tengah lonjakan kasus harian yang menembus angka 21 ribu.

Persatuan Rumah Sakit Indonesia (PERSI) mengungkap, akibat kelangkaan ini sejumlah rumah sakit (RS) harus menghentikan aktivitasnya, bahkan ada juga tenaga kesehatan (nakes) yang dipukul masyarakat akibat oksigen.

Hal ini disampakkan Sekretaris Jenderal PERSI Lia Gardenia Partakusuma dalam rapat dengan Komisi IX DPR, bersama dengan Menteri Kesehatan (Menkes), BPOM, BPKP, BPJS Kesehatan, IDI dan IDAI secara daring di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (5/7/2021).

Lia pun sepakat dengan Menkes bahwa kelangkaan oksigen ini diakibatkan oleh pola distribusinya.

Baca Juga: Lelahnya Nakes Tangani Pasien Covid-19, Tidur Pun Harus Curi-Curi Waktu

"Kelangkaan oksigen. Kita diributkan bahwa oksigen kurang, ya sebetulnya oksigennya sendiri seperti yang bapak Menkes sampaikan bukannya kurang. Tetapi bagaiamana distribusinya itu bisa disampaikan dalam waktu yang tepat. Bayangkan yang biasanya seminggu dua kali dikirim oksigen liquid, pada satu hari pagi sudah diisi sore sudah minta diisi lagi. Nah yang seperti itu yang tidak bisa kami hindarkan," papar Lia.

Untuk itu, kata Lia, PERSI berterima kasih pada Kemenkes dan Polri yang selama 24 jam mendampingi RS untuk mecari di mana oksigen itu ada dan mengirimkannya ke RS-RS sehingga frekuensi pengiriman oksigen ditambah, mengawal mulai dari pelabuhan sampai ke RS.

"Dan berbagai mitra industri sudah mengirimkan bantuan seperti dari Krakatau Steel dan jg ada ada beberapa CSR yang membantu RS. Dan di sini kami sangat mengharapkan bantuan dari dinkes berperan dalam pembagian RS," ujarnya.

(saz)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini