Elegi: Mengantar Emmy Hafild

Tim Okezone, Okezone · Senin 05 Juli 2021 09:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 05 337 2435532 elegi-mengantar-emmy-hafild-vf2uLy12fS.jpeg Emmy Hafild. (Foto: Istimewa)

Pada suatu hari,

Aku hanya mengenal-Mu via surat kabar, radio dan TVRI.

Suara, sikap, dan keberanian-Mu menyeberangi lautan, menembus tembok kuasa, merasuki dan menginspirasi anak muda yang belum tau mau kemana.

Modal-Mu tidak banyak, Kekuatan-Mu sedikit,

Teman-Mu segelintir,

Keberanian-Mu ‘mempermalukan’ lelaki Nusantara.

Pada suatu hari,

Saya melihat kamu dari dekat.

Elegan, tegas, berani, keras kepala naudzubillah dan meledak tanpa pendahuluan.

Aku saksi kesaktian-Mu, ketika mangsamu belum siuman, kamu sudah tersenyum dan ajak ngobrol lagi.

Kamu pergi ketika negeri tidak sedang baik-baik saja.

Sumber daya alam makin tergerus dan gula-santan-nya hanya dicicipi segelintir orang.

Ruang publik dikekang dan anak-anak-Mu kembali dibungkam dan diretas.

Anak-anak muda itu butuh KAMU yang akar-nya menghujam dalam seperti kayu ulin, ketangguhan-nya laksana badak Jawa, ketajaman-nya bagai taring harimau Sumatera, dan keelokannya bagai anggrek dan cendrawasih Papua.

Kabar gelap menyelimuti nusantara.

Alam memanggil-Mu menghadap keharibaan-Nya.

Anak-anak-Mu menengadah ke atas, bayang-Mu disinari cahaya pagi, bermandi embun di kala senja, dibelai semilir bayu Nusantara diantar doa-doa handai tolan dan anak muda yang kamu tak kenal.

Emmy lihatlah ke bawah,

Menghadaplah dengan suka cita, karena cita-asa-Mu telah beranak-pinak dalam pikiran dan sanubari anak muda negeri.

Laode M Syarif

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini