Kisah Seram Petrik Mantan Asisten Tukul, Syuting di Keranda Bau Amis

Doddy Handoko , Okezone · Senin 05 Juli 2021 06:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 05 337 2435462 kisah-seram-petrik-mantan-asisten-tukul-syuting-di-keranda-bau-amis-6TMCVDHD4n.jpeg Petrik mantan asisten Tukul. (Foto: Istimewa)

PETRIK Aldino mantan asisten Tukul Arwana pernah mengalami kejadian menyeramkan sekaligus menggelikan. 

Ceritanya, ia syuting film ‘Pocong Tetangga Sebelah’. Di film yang syuting di Gadok, Bogor dengan Rahma Azhari sebagai bintang utamanya, ia dapat adegan di atas keranda.

Saat take shoot, ia merasa ketakutan, perasaaanya tidak enak, bulu kuduk merinding.

"Udah gitu udaranya dingin, di daerah Gadok, Bogor," ucapnya.

Meski merinding, tapi karena tuntutan peran maka tetap ia jalani. Saat itu adegan badannya dililit stagen terus digotong memakai keranda, dimasukkan ke dalam mobil ambulans. Ketika selesai take, ia heran karena semakin merinding.

Baca juga: Misteri Penampakan Perempuan Berkebaya di Ndalem Kemasan Surakarta

Ia juga bingung karena kerandanya masih tercium bau amis. Karena tidak tahan, akhirnya ia muntah-muntah.

Ternyata keranda yang dijadikan properti dalam adegan itu, menurut sopir ambulansnya, baru saja dipakai untuk mengantar janazah korban kecelakaan. Celakanya karena terburu-buru, si sopir tidak sempat mencucinya dan langsung meluncur ke lokasi syuting. 

“Jadi bau amis darah itu, ternyata memang bekas darah mayat korban kecelakaan,” ungkapnya.

Baca juga: Kisah Mistis Penggembala Kambing Hilang 40 Hari di Tanah Gantarawang Banten

Ia langsung lemas mendengar cerita sopir ambulans tadi. Bayangan horor muncul di kepalanya, jangan-jangan korban itu nanti menghantuinya.

"Saya ketakutan sambil menggigil kedinginan, teman-teman kru malah pada mentertawakan,” ucapnya sambil nyengir.

Usai syuting, ia dan sejumlah kru tidak langsung pulang ke Jakarta. Mereka menginap di sebuah rumah yang tidak terlalu jauh dari Gadok, Ciawi.

Rupanya malam itu, ia masih trauma dengan adegan waktu di Gadok, kebetulan tidurnya pun di rumah kosong. 

"Suasananya seram, ada lagi olongan anjing, saling bersahutan. Kami dan kru tidur bareng-bareng," katanya. 

Ia lalu tertidur, tapi pas terbangun di tengah malam, teman-teman kru pada keluar rumah. Ia sendirian ditinggal di rumah. 

"Tambah takut saja. Akhirnya rebahan saja sampai pagi,”ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini