Detik-detik Harmoko Tutup Usia di RSPAD Gatot Soebroto

Tim Okezone, Okezone · Minggu 04 Juli 2021 22:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 04 337 2435400 detik-detik-harmoko-tutup-usia-di-rspad-gatot-soebroto-nDrXp7fCFo.jpg Foto: MNC Media

JAKARTA – Indonesia kembali kehilangan Putra terbaik bangsa. Mantan Menteri Penerangan Harmoko di era Orde Baru meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto, pada Minggu (4/7/2021) malam.

(Baca juga: Harmoko, Eks Wartawan dan Menteri Orde Baru yang Minta Soeharto Lengser)

Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Letjen TNI Albertus Budi Sulistya, mengatakan, mantan Ketua Umum Partai Golkar itu tutup usia setelah beberapa menit akan mendapatkan perawatan medis kedaruratan.

Menurutnya, saat Harmoko tiba di instalasi gawat darurat (IGD) RSPAD kondisinya sudah dalam keadaan penurunan kesadaran.

(Baca juga: Para Spekulan Takut Mainkan Harga Sembako saat Harmoko Muncul di Televisi)

"Baru tiba. Jadi hitungannya menit dan langsung ke IGD sudah penurunan kesadaran," ujar Budi saat dikonfirmasi, awak media.

Setelah itu, dokter langsung mengambil tindakan medis terhadap mantan Ketua MPR tersebut. Namun,  Tuhan berkehendak lain mantan wartawan senior tersebut meninggal dunia pada pukul 20.22 WIB.

"Kita coba lakukan tindakan medis, tetapi Tuhan berkehendak lain. Jadi memang singkat sekali di IGD," tandasnya.

Sementara itu, pantauan MNC Media di RSPAD Gatot Soebroto, masih nampak sepi dan belum terlihat adanya tokoh politik yang datang. Pihak keluarga juga belum memberikan keterangan resminya. Diperkirakan jenazah politikus senior Partai Golkar itu masih berada di ruang perawatan.

Dihimpun dari beragam sumber, Harmoko mengawali kariernya setelah lulus dari Sekolah Menengah Atas, ia bekerja sebagai wartawan dan juga kartunis di Harian Merdeka dan Majalah Merdeka. Pada tahun 1964 ia bekerja juga sebagai wartawan di Harian Angkatan Bersenjata, dan kemudian Harian API pada 1965.

Pada saat yang sama, ia menjabat pula sebagai pemimpin redaksi majalah berbahasa Jawa, Merdiko (1965). Pada tahun berikutnya (1966-1968), ia menjabat sebagai pemimpin dan penanggung jawab Harian Mimbar Kita. Pada tahun 1970, bersama beberapa temannya, ia menerbitkan harian Pos Kota.

Sebagai menteri Penerangan, Harmoko mencetuskan gerakan Kelompencapir (Kelompok Pendengar, Pembaca dan Pirsawan) yang dimaksudkan sebagai alat untuk menyebarkan informasi dari pemerintah. Kala itu, Harmoko dinilai berhasil memengaruhi hasil pemilihan umum (Pemilu) melalui apa yang disebut sebagai "Safari Ramadhan".

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini