BPOM Ungkap Ivermectin PT Harsen Dibuat dari Bahan Baku Ilegal, Berikut Pemaparannya

Muhammad Sukardi, Okezone · Jum'at 02 Juli 2021 17:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 02 337 2434569 bpom-ungkap-ivermectin-pt-harsen-dibuat-dari-bahan-baku-ilegal-berikut-pemaparannya-fRogQCxZLp.jpg Kepala BPOM Penny K Lukito (Foto: Youtube BPOM RI)

JAKARTA - Kontroversi PT Harsen Laboratories dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terkait obat Ivermectin semakin terlihat jelas. BPOM memiliki bukti-bukti pelanggaran yang dilakukan industri farmasi tersebut dalam membuat hingga memproduksi Ivermectin. 

Ada enam poin temuan BPOM terkait dengan produksi Ivermectin buatan PT Harsen. Dijelaskan Kepala BPOM Penny K. Lukito, berikut selengkapnya:

1. Penggunaan bahan baku Ivermectin dengan pemasukan tidak melalui jalur resmi. Jadi, kategorinya tidak memenuhi ketentuan atau ilegal.

2. Mendistribusikan obat Ivermax 12 (nama merek Ivermectin PT Harsen) tidak dalam kemasan siap edar.

3. Mendistribusikan Ivermax 12 tidak melalui jalur distribusi resmi.

Baca Juga:  Jadi Calon Obat Covid-19, BPOM Minta Masyarakat Tak Berburu Ivermectin Online

4. Mencantumkan masa kedaluwarsa tidak sesuai dengan yang telah disetujui BPOM.

"Seharusnya dengan data stabilitas yang kami terima akan diberikan 12 bulan setelah tanggal produksi, namun dicantumkan oleh PT Harsen 2 tahun setelah tanggal produksi. Saya kira ini adalah satu hal yang kritikal," kata Penny.

5. Mengedarkan obat yang belum dilakukan pemastian mutu dari produknya

6. Promosi obat keras hanya dibolehkan di forum tenaga kesehatan, tidak boleh untuk umum, langsung oleh industri farmasi tersebut. Itu suatu pelanggaran.

Baca Juga:  BPOM Sebut Vaksin Jenis Moderna Butuh Teknologi Penyimpanan Kusus

Sebagai langkah tindak lanjut, Penny menegaskan bahwa pihaknya sudah melakukan pemanggilan terhadap PT Harsen, namun sampai saat ini tidak ada hasil baik yang diberikan oleh perusahaan tersebut.

"(Apa yang dilakukan PT Harsen) Ini sangat berpotensi membahayakan masyarakat. Kami akan memberikan sanksi mulai dari teguran hingga penarikan izin edar," tegas Penny.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini