Cerita Ki Manteb Sudharsono Bertemu Bung Karno saat Semedi di Hutan Angker

Widi Agustian, Okezone · Jum'at 02 Juli 2021 11:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 02 337 2434344 cerita-ki-manteb-sudharsono-bertemu-bung-karno-saat-semedi-di-hutan-angker-8lFlQoZKDg.jpg Ki Manteb Sudharsono (Ist)

JAKARTA - Dalang kondang Ki Manteb Sudharsono meninggal dunia pukul 09.45 WIB, Jumat (2/7/2021). Ki Manteb Sudharsono lahir di Palur, Mojolaban, Sukoharjo, 31 Agustus 1948, berusia 72 tahun saat meninggal.

Dari beberapa lakon yang diciptakan Ki Manteb Sudharsono, Banjaran Bima merupakan lakon yang membawa Ki Manteb ke puncak ketenarannya.

Adapun awal mula Ki Manteb menciptakan lakon Banjaran Bima lantaran dorongan dari seorang tokoh Golkar yang juga aktif bergerak mengorganisir seni pedalangan. Tokoh tersebut bernama Sudarko Prawiroyuda, yang saat itu sangat dekat dengan Presiden Suharto.

Demikian dikutip dari buku "Ki Manteb Soedharsono, Profil Dalang Inovatif" karya Nurdiyanto dan Sri Retna Astuti yang diterbitkan Kemendikbud, tahun 2015.

Pada tahun 1988, Sudarko Prawiroyuda menawarkan Ki Manteb untuk mempergelarkan wayang kulit dengan serial Bima, mulai dari Bima Bungkus sampai Bima Muksa. Lakon Banjaran Bima ini akan dipentaskan setiap bulan sekali selama setahun di Jakarta yakni mulai Mei 1988 sampai April 1989.

Mendapat tawaran tersebut, Ki Manteb tidak langsung menyetujuinya. Beliau meminta waktu selama tiga bulan untuk berpikir dan merenungkan sanggit yang akan disajikan. Karena 12 kali pentas setiap bulan berturut-turut itu bukan hal mudah.

Beliau harus berkonsentrasi secara penuh bahkan harus dibarengi dengan laku batin agar bisa tercipta lakon Banjaran Bima ini dengan baik. Ki Manteb merasa bahwa tawaran ini merupakan tantangan baginya, beliau

harus bisa menggali karakterisasi tokoh Bima dan tokoh lain sebagai pendukung dalam adegan-adegan dalam konflik keseluruhan jalannya cerita.

Kecuali itu ada persyaratan bahwa dalam sanggit lakon harus menyentuh kritik sosial karena konsep lakon ini adalah kontekstual. Jadi wajarlah kalau Ki Manteb pada waktu ditawari pertama kali tidak langsung menyanggupinya.

Baca Juga : Sederet Prestasi 'Dalang Setan' Ki Manteb Sudharsono, Pernah Mendalang 24 Jam Nonstop

Untuk bisa menciptakan lakon Banjaran Bima ini, beliau kemudian pergi ke Alas Purwa di daerah Banyuwangi untuk melakukan semadi atau bertapa. Bagi warga Banyuwangi, Alas Purwa merupakan hutan yang sangat angker.

Penduduk sekitar meyakini Alas Purwa terdapat istana jin tempat seluruh jin yang ada di Pulau Jawa berkumpul. Setiap tahun khususnya di bulan Sura banyak warga Bali dan Banyuwangi berkunjung ke tempat ini untuk bersemedi, mencari wangsit atau sekadar lelaku gaib.

Adanya tempat yang diyakini bisa memberikan wangsit ini maka Ki Manteb dengan ditemani 3 orang saudara dan temannya yaitu Suluh Darmadi, Jumadi dan Padmo menuju Alas Purwa. Di tempat ini Ki Manteb bertapa memohon petunjuk kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar mendapatkan piandel.

Pada hari kelima pertapaannya beliau bermimpi bertemu dengan Bung Karno. Dalam mimpi itu Bung Karno memberi cempala (kayu pemukul kothak wayang), dan berkata ‘nyoh, muliha’ (ini.., pulanglah). Setelah terbangun, Ki Manteb kemudian segera mencari kayu di sekitar tempat itu untuk dijadikan cempala.

Tampaknya konsistensi dirinya yang seorang nasionalis sudah mengakar dan terbawa dalam kehidupannya. Sebagai salah satu buktinya yaitu saat Manteb bersemedi ini suara Bung Karnolah yang terdengar dan membuat Manteb terbangun dari semedi. Bung Karno tetap menjadi idola dan dianggap sebagai seorang nasionalis sejati.

Baca Juga : Ki Manteb Soedharsono Meninggal Dunia karena Kelelahan

Oleh karenanya suara Bung Karno dianggap sebagai sebuah petunjuk yang harus dilaksanakan. Setelah mendapatkan kayu, segera dibawanya pulang untuk dibuat cempala. Beliau kemudian memutuskan menghentikan semadinya dan segera pulang. Sesampai di rumah, di samping membuat cempala, Ki Manteb segera mencipta sanggit Banjaran Bima.

Satu bulan kemudian Ki Manteb pergi ke Jakarta untuk menemui Sudarko Prawiroyudo dan akan menyatakan kesanggupannya mementaskan lakon Banjaran Bima setiap sebulan sekali selama setahun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini