PPKM Darurat, KAI: Perjalanan Kereta Jarak Jauh Menyesuaikan Keputusan Pemerintah

Haryudi, Koran SI · Kamis 01 Juli 2021 21:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 01 337 2434104 ppkm-darurat-kai-perjalanan-kereta-jarak-jauh-menyesuaikan-keputusan-pemerintah-9Bs5ws42DL.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

JAKARTA - Kepala Humas Daop 1 Jakarta, Eva Chairunisa menegaskan menyusul diberlakukannya PPKM Darurat pada 3 Juli hingga 20 Juli 2021, PT KAI tetap mengoperasikan perjalanan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ).

Namun, PT KAI, kata Eva pola operasional perjalanan KAJJ dari area Daop 1 Jakarta itu tetap menyesuaikan dengan arahan pemerintah melalui Gugus Tugas Satgas Covid 19 dan Kementerian Perhubungan.

"Terkait detail pengaturan operasional untuk perjalanan KA jika terdapat perubahan. KAI berkomitmen akan mendukung seluruh upaya dan langkah penanganan Covid 19 yang dilakukan pemerintah," ungkap Eva dalam keterangan persnya yang diterima, Kamis (1/7/2021).

Baca juga:  Zona Merah Covid-19, Kabupaten Tangerang Juga Terapkan PPKM Darurat

Adapun sepanjang masa pandemi, lanjut Eva, dalam mencegah penyebaran Covid-19, PT KAI Daop 1 hingga saat ini secara konsisten menerapkan protokol kesehatan yang ketat khususnya untuk pemberangkatan KAJJ dan pola operasional KA.

"Di masa awal pandemi hingga kini pola operasional KA telah mengalami penyesuaian, untuk KAJJ jumlah perjalanan dimasa pandemi berkurang hingga sekitar 60 persen jika dibandingkan dengan sebelum pandemi," jelasnya.

Baca juga:  PPKM Darurat, Ini Daftar Tempat yang Ditutup secara Full

Mengenai pembatasan kapasitas dari setiap KA yang berangkat juga dilakukan yakni dengan volume penumpang hanya 70% dari total kapasitas ketersediaan tempat duduk yang ada.

"Hal tersebut dilakukan untuk dapat menjaga jarak fisik antar penumpang di dalam rangkaian KA," kata Eva.

Menurutnya, sesuai ketetapan pemerintah, dimana KAI mengacu kepada SE Satgas Covid 19 dan Kementerian Perhubungan Nomor 35 Tahun 2021.

Untuk memperketat pengawasan terhadap penerapan protokol kesehatan baik di stasiun maupun selama dalam perjalanan KA.

"Setiap pelanggan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) harus tetap menunjukkan surat negatif Covid-19 dari pemeriksaan GeNose C19 maksimal 1x24 jam sebelum jadwal keberangkatan atau hasil RT-PCR atau Rapid Test Antigen maksimal 3x24 jam sebelum jadwal keberangkatan KA," ungkapnya.

Baca juga:  PPKM Darurat, JK Sarankan Sholat Idul Adha di Rumah Saja

Kemudian, KAI Daop 1 memastikan pelanggan yang berhak naik KA telah memenuhi persyaratan dokumen tersebut serta persyaratan lainnya seperti dalam kondisi sehat dan memakai masker dengan sempurna.

"Jika saat boarding didapati pelanggan tidak memenuhi salah satu syarat tersebut, maka pelanggan dilarang naik KA dan tiketnya dapat dibatalkan dengan pengembalian 100 persen," paparnya.

Mengenai penerapan physical distancing juga, PT KAI terus melakukan pengawasan melalui petugas agar pelanggan mengikuti tanda batas jarak yang telah dipasang di berbagai area layanan.

"Untuk memastikan sanitasi dan kebersihan pelanggan tetap terjaga, KAI menyediakan wastafel dan hand sanitizer di berbagai titik strategis," ujarnya.

Sehingga, lanjut Eva, diharapkan penumpang KA dapat memanfaatkan fasilitas tersebut untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan bersama.

Menurutnya, kondisi stasiun dan rangkaian KA juga menjadi prioritas KAI agar selalu dalam kondisi bersih dan steril dengan pembersihan berkala serta disemprot disinfektan.

"Petugas juga dengan rutin membersihkan area interior KA yang sering dipegang penumpang seperti gagang pintu, fasilitas di toilet setiap 30 menit sekali," jelasnya.

Sementara itu PT KAI Daop 1 juga telah melaksanakan vaksinasi Covid-19 kepada 3047 ribu pegawai atau 96% dari keseluruhan pegawai Daop 1 Jakarta.

Vaksinasi yang dilakukan secara masif ini ditujukan untuk melindungi pekerja dan pelanggan KAI dari paparan Covid-19.

"Sejumlah upaya tersebut dilakukan untuk dapat mencegah penyebaran Covid 19 baik di Stasiun dan di dalam sarana KA," pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini