Share

PPKM Darurat: Resepsi Pernikahan Maksimal Dihadiri 30 Orang

Tim Okezone, Okezone · Kamis 01 Juli 2021 11:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 01 337 2433717 ppkm-darurat-resepsi-pernikahan-maksimal-dihadiri-30-orang-rPHipulWRu.jpg (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PPKM darurat diambil pemerintah pusat untuk mengantisipasi gejolak covid-19 di sejumlah daerah. Tentu saja, PPKM darurat akan memberikan pembatasan yang lebih ketat dari dari sebelumnya.

Tentu saja, pembatasan ini bertujuan untuk mengurangi dan menghindari kerumuman yang berpotensi menjadi sarana penyebaran virus corona. Salah satu aktivitas yang dibatasi adalah resepsi pernikahan.

Berdasarkan informasi yang diterima Okezone, PPKM darurat mengatur tentang resepsi pernikahan. Di dalam acara pesta tersebut, paling banyak dihadiri 30 orang.

Baca juga:  PPKM Darurat, Jokowi: Aktivitas Masyarakat Dibatasi Lebih Ketat!

Baca juga: Jokowi Terima Masukan Menteri dan Ahli Kesehatan Sebelum Putuskan Penerapan PPKM Darurat

Tentu saja, acara resepsi tersebut harus digelar dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Selain itu, tidak menerapkan makan di tempat resepsi. Penyediaan makanan hanya diperbolehkan dalam tempat tertutup dan untuk dibawa pulang.

Aktivitas masyarakat diperketat pada penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat yang diterapkan di Pulau Jawa dan Bali pada 3-20 Juli 2021.

Pada PPKM darurat, pusat perbelanjaan/mal/pusat perdagangan ditutup. Sementara pelaksanaan kegiatan makan/minum di tempat umum (warung makan, rumah makan, kafe, pedagang kaki lima, lapak jajanan) baik yang berada pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/mal hanya menerima delivery/take away dan tidak menerima makan di tempat (dine-in).

Baca juga:  Jokowi Resmi Umumkan PPKM Darurat di Jawa Bali Mulai 3-20 Juli 2021

Pelaksanaan kegiatan konstruksi (tempat konstruksi dan lokasi proyek) beroperasi 100% (seratus persen) dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Tempat ibadah (Masjid, Mushola, Gereja, Pura, Vihara dan Klenteng serta tempat umum lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah) ditutup sementara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini