Mengenal RS Said Soekanto Tjokrodiatmodjo, Kapolri Pertama Republik Indonesia

Tim Okezone, Okezone · Kamis 01 Juli 2021 06:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 30 337 2433149 mengenal-rs-said-soekanto-tjokrodiatmodjo-kapolri-pertama-republik-indonesia-9Nvzt3AdFB.jpg Jenderal Polisi Raden Said Soekanto Tjokrodiatmojo, Kapolri pertama RI.(Foto:Wikipedia)

JAKARTA - Jenderal Polisi Raden Said Soekanto Tjokroadiatmodjo merupakan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) pertama.

Soekanto lahir di Bogor, 7 Juni 1908 dan wafat di Jakarta, 25 Agustus 1993 dalam usia 85 tahun. Soekanto merupakan anak dari pasangan R Martomihardjo dan Kasmirah. Karena ayahnya adalah seorang pamong praja, Soekanto kecil memang lekat dengan kehidupan disiplin dan serba tertata.

Soekanto berkesempatan mendapatkan pendidikan Barat seperti Frobel School atau taman kanak-kanak, ELS (Europeesche Lagere School) atau sekolah dasar dan HBS (Hogereburgerschool) atau sekolah menengah.

Bahkan, Soekanto juga mengenyam pendidikan di RHS (Rechtshoogeschool) yang merupakan sekolah tinggi hukum. Tempaan pendidikaan Belanda membuat pemikiran Soekanto menjadi lebih maju dan kritis.

Namun, meski bersekolah bersama bangsa Eropa, Soekanto tetaplah pribumi yang tidak terseret kebudayaan dan kebiasaan Belanda.

Baca Juga: Terdampak Covid-19, Polri Kerahkan Bantuan ke Mahasiswa Perantauan Indonesia Timur

Masa kuliah Soekanto bisa dikatakan sangat berwarna. Di sana, ia banyak mengenal tokoh pergerakan dan banyak mendiskusikan tentang perjuangan meraih kemerdekaan.

Di tahun 1930, Soekanto berhasil menjadi siswa Aspirant Commisaris van Politie dan harus menempuh pendidikan lanjutan selama 3 tahun. Akhirnya, pada 1933 Soekanto lulus dan diberi pangkat Komisaris Polisi kelas III.

Ia menjabat sebagai Kapolri atau yang awal disebut KKN (Kepala Kepolisan Negara) selama periode 29 September 1945 sampai 14 Desember 1959.

Di bawah kepemimpinan Soekanto, ada beberapa operasi besar yang dijalankan. Diantaranya, penumpasan pemberontakan Angkatan Perang Ratu Adil atau APRA, penumpasan DI/TII, Permesta dan pengamanan pemilu di tahun 1950.

Selama kepemimpinannya, Soekanto membangun organisasi Polri mulai dari Markas Besar (Mabes) hingga ke level Polsek atau Polisi Sektor. Ia juga membentuk satuan Polisi Udara, Polisi Perairan, Polisi Lalu Lintas dan Polisi Perintis. Melalui pemikirannya, ia merumuskan Tri Brata dan Catur Prasetya.

Soekanto mendapat kenaikan pangkat kehormatan menjadi Jenderal Polisi melalui Keputusan Presiden No.168/ABRI/1967 tertanggal 28 Juni 1968. Kemudian, di tanggal 1 Juni 1968 ia dianugerahi Bintang Mahaputra Adipradana melalui Keputusan Presdien No. 025/TK/1968.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini