Wamenkes: Tempat Tidur Isolasi di RS Rujukan Covid-19 Sisa 20.000

Binti Mufarida, Sindonews · Rabu 30 Juni 2021 12:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 30 337 2433127 wamenkes-tempat-tidur-isolasi-di-rs-rujukan-covid-19-sisa-20-000-vjDV00Voaj.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Dante Saksono Harbuwono melaporkan saat ini tempat tidur isolasi di rumah sakit rujukan Covid-19 di Tanah Air sisa 20.000 bed. Dimana jumlah yang terpakai sekitar 72.000 dari total 92.356 bed isolasi yang tersedia.

“Kita punya 74.000 bed yang sudah terpakai, masih ada sekitar 20.000 bed lagi. Kalau lihat pertumbuhan kasusnya, mudah-mudahan secara cepat kita bisa mengatasinya,” kata Dante dalam Rakornas KPAI secara virtual, Rabu (30/6/2021).

Bahkan, kata Dante, di beberapa daerah zona merah mencari bed isolasi sudah sangat sulit. “Tetapi memang untuk beberapa daerah zona merah sudah sangat sulit untuk mencari bed isolasi.”

Oleh karena itu, Dante mengatakan ruang perawatan rumah sakit hanya untuk kasus sedang dan berat. “Untuk beberapa kasus kita dorong bahwa perawatan hanya dilakukan untuk kasus-kasus yang sedang dan berat, yaitu bagi mereka yang sesak atau mereka yang mempunyai saturasi oksigen kurang dari 95.”

Sementara untuk kasus ringan, kata Dante didorong untuk perawatan mandiri di rumah. “Untuk kasus-kasus ringan sebaiknya tidak dirawat di rumah sakit, karena viral load di rumah sakit tinggi, angka nosokomial atau infeksi yang didapat dari rumah sakit juga tinggi, jadi sebaiknya dilakukan isolasi mandiri di rumah untuk kasus-kasus yang ringan,” katanya.

Dalam waktu dekat, kata Dante, Kemenkes akan mengeluarkan pedoman isolasi mandiri di rumah. “Untuk itu kami melakukan edukasi bagaimana melakukan isolasi di rumah, sebentar lagi akan dikeluarkan berbagai macam metode dan strategi untuk melakukan pengawasan pada pasien-pasien dirawat di rumah, baik melalui telemedicine atau melakukan telepon langsung dari berbagai instansi yang terkait, terutama instansi Dinas Kesehatan di tiap-tiap wilayah maupun dari Kementerian Kesehatan.”

“Ini memang butuh kerja ekstra dari kita semua supaya yang masuk ke rumah sakit ini menjadi bisa terkontrol dan tidak mengalami eskalasi yang ketertinggalannya dibandingkan dengan kasus pada instalasi pada populasi,” paparnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini