Share

Indonesia Dihantam Gelombang Kedua Covid-19, Satgas: Kenaikan Kasus Capai 381%

Binti Mufarida, Sindonews · Rabu 30 Juni 2021 07:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 30 337 2432982 indonesia-dihantam-gelombang-kedua-covid-19-satgas-kenaikan-kasus-capai-381-uOR2sTLAxK.jpg Wiku Adisasmito (Foto: Dok BNPB)

JAKARTA - Gelombang kedua Covid-19 telah menghantam Indonesia. Tercatat minggu lalu tepatnya pada 27 Juni 2021, Indonesia mencatatkan angka kasus positif harian yang sangat tinggi, bahkan mencetak rekor baru yaitu kasus harian tertinggi selama pandemi, bertambah 21.345 kasus dalam satu hari.

Bahkan, kasus ini lebih tinggi dari puncak kasus yang terjadi pada Bulan Januari 2021. Pada puncak yang pertama di Januari 2021, jumlah kasus mingguan mencapai 89.902 kasus, sedangkan pada minggu ini angkanya jauh lebih tinggi, yaitu mencapai 125.396 kasus.

“Hal ini menandakan second wave atau gelombang kedua kenaikan kasus Covid di Indonesia,” jelas Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito dalam keterangan yang diterima, Rabu (30/6/2021).

Wiku juga mengungkapkan bahwa pada puncak kasus pertama, kenaikan dari titik kasus terendah sebesar 283% dan memuncak dalam waktu 13 minggu. Sedangkan pada puncak kedua ini, kenaikan dari titik kasus terendah mencapai 381% atau hampir 5 kali lipatnya dan mencapai puncak dalam waktu 6 minggu.

Baca juga: PPKM Darurat: Mal dan Restoran Tutup Pukul 5 Sore

Padahal, Indonesia sempat mengalami penurunan kasus sejak puncak pertama yaitu selama 15 minggu dengan total penurunan hingga 244%.

“Kenaikan yang mulai terjadi satu minggu pasca periode libur lebaran menunjukkan dampak yang ditimbulkan akibat libur panjang ternyata dapat terjadi sangat cepat. Awalnya kenaikan terlihat normal dan tidak terlalu signifikan. Namun, memasuki minggu ke-4 pasca periode libur kenaikan meningkat tajam dan berlangsung selama tiga minggu hingga mencapai puncak kedua di minggu terakhir,” papar Wiku.

Baca juga: Nongkrong Larut Malam, Pedagang dan Warga Tangerang Dihukum Push-Up

Masih adanya masyarakat yang mudik di saat peniadaan telah diberlakukan serta arus balik 1-2 minggu pasca Idul Fitri ini berdampak pada kenaikan kasus yang tinggi. Selain itu, hal ini juga dapat disebabkan munculnya beberapa varian Covid-19 baru yang telah masuk ke Indonesia diperparah dengan mobilitas yang tinggi.

Kondisi-kondisi ini menyebabkan dampak periode libur terlihat hingga minggu ke-6 dan kemungkinan masih akan terlihat hingga minggu ke-8.

Keberhasilan pengendalian dari lonjakan kasus ini, menurut Wiku kembali pada kesiapan masing-masing daerah dalam menyusun dan menjalankan strategi penanganan terbaik di wilayahnya.

“Dengan demikian, lonjakan kasus yang terjadi dapat segera ditekan dan dikendalikan sehingga mengurangi beban pada fasilitas, sistem, dan tenaga kesehatan,” katanya.

Baca juga: Eksklusif! Ini Bocoran PPKM Darurat yang Akan Diumumkan Jokowi

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini