Share

Kisah Bung Karno Menangis Menyaksikan Romusha seperti Tengkorak di Banten

Doddy Handoko , Okezone · Rabu 30 Juni 2021 07:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 30 337 2432971 kisah-bung-karno-menangis-menyaksikan-romusha-seperti-tengkorak-di-banten-vQvm6qEdAa.jpeg Soekarno. (Foto: Istimewa)

DALAM biografi ‘Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia’ yang ditulis Cindy Adams, Soekarno mengakui dengan hati remuk tentang romusha.

Ribuan bahkan ratusan ribu nyawa rakyat Indonesia yang begitu mencintai Bung Karno, mati dengan cara mengenaskan akibat sistem kerja paksa yang kejam zaman pendudukan Jepang.

Ironis, karena justru Bung Karno yang ditugasi Jepang mendata dan ‘merayu’ rakyatnya memasuki ranah kerja paksa yang mengerikan itu.

Bung Karno menangis dalam hati. Bung Karno tahu para romusha yang dikirim ke Burma, hampir 99 persen mati. Ada yang mati kelaparan, mati disiksa, mati dipenggal kepalanya, mati di dalam gerbong kereta tertutup yang berisi ribuan romusha. Mereka dipaksa bekerja hingga tinggal kulit pembalut tulang. 

Inilah pernyataan Bung Karno tentang romusha: “Sesungguhnya akulah –Sukarno– yang mengirim mereka kerja paksa. Ya, akulah orangnya. Aku menyuruh mereka berlayar menuju kematian. Ya, ya, ya, ya akulah orangnya. Aku membuat pernyataan untuk menyokong pengerahan romusha. Aku bergambar dekat Bogor dengan topi di kepala dan cangkul di tangan untuk menunjukkan betapa mudah dan enaknya menjadi seorang romusha."

Baca juga: Cerita Presiden Soekarno Nyaris Tewas Dibom Granat

“Dengan para wartawan, juru potret, Gunseikan –Kepala Pemerintahan Militer- dan para pembesar pemerintahan aku membuat perjalanan ke Banten untuk menyaksikan tulang-tulang-kerangka-hidup yang menimbulkan belas, membudak di garis-belakang, itu jauh di dalam tambang batubara dan tambang mas. Mengerikan. Ini membikin hati di dalam seperti diremuk-remuk.”

Dalam buku ‘Total Bung Karno’ karya Roso Daras diceritakan bahwa langkah Bung Karno bukannya tidak menuai protes. Lima mahasiswa kedokteran yang juga aktivis pergerakan segera mendatangi Bung Karno, sesaat setelah gambar Bung Karno bersama romusha dan terkesan mendukung romusha tersebar di mana-mana.

“Nampaknya Bung Karno tidak dipercayai lagi oleh rakyat. Cara bagaimana Bung Karno bisa menjawab persoalan romusha?” seorang mahasiswa membuka percakapan yang menegangkan.

Baca juga: Kisah Persahabatan Inggit dan Haryatie, Istri Bung Karno yang Tiap Bulan Bertemu di Bandung

Bung Karno menjawab, ada dua jalan untuk bekerja (menuju Indonesia merdeka). Pertama dengan tindakan revolusioner, yang menurut Bung Karno, kita belum siap.

Jalan yang kedua adalah dengan bekerja-sama dengan Jepang sambil mengkonsolidasikan kekuatan dan menantikan sampai tiba saatnya ia (Jepang) jatuh.

“Saya mengikuti jalan kedua”, begitu kata Bung Karno.

Tidak puas dengan jawaban Bung Karno, mahasiswa lain menimpali, “Tapi kenapa Bung Karno sampai hati memberikan rakyat kita kepada mereka?”

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

(qlh)

1
1

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini