Share

Kisah Legendaris Banser dan Riyanto yang Gugur karena Bom Teroris

Doddy Handoko , Okezone · Rabu 30 Juni 2021 07:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 30 337 2432970 kisah-legendaris-banser-dan-riyanto-yang-gugur-karena-bom-teroris-c2uo5YA7se.jpg Anggota Banser Riyanto (Foto: NU.or.id)

JAKARTA - Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama atau disingkat Banser merupakan badan otonom Nahdlatul Ulama (NU) dari GP Ansor.

Tahun 1924 berdiri organisasi kepemudaan Syubbanul Wathan yang berarti Pemuda Tanah Air yang berdiri di bawah panji Nahdlatul Wathan yang didirikan oleh KH. Abdul Wahab Hasbullah dan dipimpin oleh Abdullah Ubaid, melalui media khusus telah memiliki anggota 65 orang.

Perkembangan selanjutnya Subbanul Wathan disambut baik sebagai elemen unsur pemuda sehingga ratusan pemuda mencatatkan diri sebagai anggota, karena aktivitas organisasi ini menyentuh kepentingan dan kebutuhan pemuda saat itu.

Karena Subbanul Wathan telah diterima baik maka membentuk organisasi kepanduan yang diberi nama Ahlul Wathan (Pandu Tanah Air) sebagai inspektur umum kwartir Imam Sukarlan Suryoseputro.

Baca juga: Anggota Banser Jombang Meninggal Dunia Saat Imami Sholat Tarawih

Ketika Jepang menduduki Indonesia pada 1942, banyak anggota Gerakan Pemuda Ansor umumnya dan Banser khususnya yang direkrut dalam pelatihan militer.

Laskar Hizbullah yang kemudian dikenal sebagai salah satu laskar penting dalam perang kemerdekaan diisi oleh banyak anggota Gerakan Pemuda Ansor dan Banser. Periode Jepang ini diyakini turut membentuk watak paramiliter sekaligus watak nasionalistis dari Banser.

Baca juga: Abu Janda Ternyata Pernah Ikut Pendidikan dan Pelatihan Banser

Dalam buku Ensiklopedia NU disebutkan Banser NU Akronim dari Barisan Serba Guna NU. Lembaga semi-otonom dari GP Ansor, organisasi pemuda NU, yang berdiri pada 1930, empat tahun setelah NU didirikan.

Banser adalah barisan pemuda yang dikenal dengan penampilannya, mulai dari pakaian, sepatu, topi, hingga atribut-atribut lainnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Sebagai Barisan Serba Guna menjalankan berbagai fungsi yang biasanya dijalankan oleh polisi, seperti pengaturan lalu lintas atau pengamanan sebuah acara, dan tenaga relawan dalam peristiwa-peristiwa yang membutuhkan bantuan segera seperti dalam sebuah bencana.

Banser berdiri pada 1962, atau 32 tahun setelah pendirian GP Ansor. Tujuan pendiriannya adalah untuk memberikan pengamanan pada kegiatan-kegiatan yang digelar oleh Partai NU. Namun, diyakini bahwa pendiriannya juga berkaitan dengan semakin keras dan menghangatnya persaingan politik pada waktu itu, baik di tingkat nasional dan regional maupun internasional.

Nama Banser mencuat ketika pecah peristiwa Gerakan 30 September 1965 yang berujung pada pemakzulan Presiden Soekarno. Diyakini bahwa Banser berperan dalam penangkapan dan penumpasan para aktivis PKI dan berbagai onderbouw-nya, terutama di daerah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan sebagian Jawa Barat.

Peristiwa tersebut didahului oleh letupan-letupan kecil akibat tajamnya konflik kepentingan dan ideologi di antara kalangan kiri yang terutama diwakili oleh PKI dan golongan kanan yang diwakili oleh partai-partai nasionalis dan keagamaan, termasuk NU.

Baca juga: Profil Ustadz Khoirul Anam, Aktivis Media yang Juga Dosen Kampus NU

Pengurus Banser mengklaim bahwa anggota mereka berjumlah tiga jutaan di seluruh Indonesia. Jika ada Gerakan Pemuda Ansor maka dipastikan di situ juga ada Banser, yang merupakan organisasi semi-otonomnya.

Nama Banser kembali tenar ketika saat terjadi insiden gugurnya salah seorang anggotanya, Riyanto, pada tahun 2000, akibat serangan bom teroris. Ia sedang mengamankan acara malam natal di Gereja Eben Heizer, Mojokerto, Jawa Timur.

Dalam website NU online disebutkan, Banser banyak memainkan peran sebagai relawan dalam berbagai bencana, baik bencana alam seperti banjir, gempa, letusan gunung berapi, maupun bencana yang diakibatkan oleh konflik sosial. Dalam hal ini mereka memainkan peran yang mirip dengan dan mendekati peran Search And Rescue (SAR).

Baca juga: Banser Terjunkan Anggota Bantu Korban Bencana Alam di Tanah Air

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini