LIPI Tawarkan Daur Ulang Limbah Masker

Tim Okezone, Okezone · Selasa 29 Juni 2021 13:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 29 337 2432591 lipi-tawarkan-daur-ulang-limbah-masker-toxekdh8FI.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Penggunaan masker dua lapis (medis dan kain) sangat penting terutama di masa lonjakan kasus Covid-19. Namun, masker bekas pakain memerlukan pemberlakuan khusus dengan disinfeksi agar tetap aman saat dibuang.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Loka Penelitian Teknologi Bersih (LPTB) menawarkan teknologi daur ulang limbah masker sekali pakai agar tidak menimbulkan timbunan sampah yang berbahaya bagi lingkungan.

Tingginya kesadaran masyarakat akan bahaya Covid-19 menyebabkan banyak masyarakat beralih menggunakan masker bedah atau pun masker N95.

Masker bedah dan masker N95 memiliki kemampuan yang lebih baik untuk menahan virus dibandingkan masker kain. Hal ini disebabkan karena jenis masker ini memiliki pori yang sangat kecil, tetapi keduanya merupakan masker sekali pakai yang dapat menyumbang timbulan limbah.

Baca juga: Bersama BSSN, LIPI Luncurkan Tim Pelaksana Keamanan Siber LIPI-CISRT

Berdasarkan fenomena timbulan limbah masker tersebut, tim peneliti LPTB berinisiasi melakukan penelitian untuk membuktikan kebermanfaatan limbah masker setelah didaur ulang.

Peneliti LPTB Akbar Hanif Dawam Abdullah mengatakan, hanya limbah masker sekali pakai yang berasal dari kategori sampah rumah tangga atau sampah sejenis rumah tangga saja yang dapat diuji coba dalam proses ini.

“Karena limbah infeksius dari fasilitas pelayanan kesehatan dan rumah tangga di mana terdapat ODP memiliki cara khusus dalam penanganannya,” ungkapnya, Selasa (29/6/2021).

Baca juga: Digelar Virtual, PRIN XIX 2021 Diikuti 139 Peserta dari 23 Provinsi

Dawam melengkapi, masker yang dimaksud adalah bekas pakai masyarakat yang tidak terpapar Covid-19. Berdasar keilmuan, Dawam menyampaikan bahwa masker sekali pakai yang banyak digunakan selama masa pandemi Covid-19 adalah berbahan plastik dan jenis yang banyak ditemui adalah Polipropilen (PP).

“Jika dibuang begitu saja, masuk bak sampah kemudian sampai ke TPA maka sama saja kita membuang plastik ke TPA. Untuk itu kami menawarkan solusi recycle (daur ulang) menjadi produk-produk yang bermanfaat seperti pot hidroponik, bak sampah, kantong sampah dan lain-lain" tuturnya.

Secara teknis Dawam menyampaikan bahwa teknologi ini cukup sederhana dan bisa direplikasikan secara cepat sesuai dengan desakan kebutuhan pengelolaan limbah masker disposable saat ini.

Secara ringkas, ia menjelaskan bahwa proses daur ulang limbah masker berlangsung dalam beberapa tahapa dimulai dari sterilisasi, ekstrusi, dan pencetakan. Proses ekstrusi pada suhu 170 derajat celcius menghasilkan pellet/ bijih plastik.

Baca juga: Viral Fenomena Ombak Api di Pantai Kampung Sulteng, Ini Penjelasan LIPI

“Jika sudah menjadi biji plastik maka daur ulang hasil limbah masker dapat dibentuk menjadi benda apapun, sesuai dengan yang kita inginkan,” ujarnya.

Kepala LPTB LIPI, Ajeng Arum Sari menyampaikan bahwa pihaknya telah memiliki penelitian daur ulang limbah masker dengan metode ekstruksi sejak bulan Mei 2020.

LPTB sebagai unit kerja yang mempunyai tugas dan fungsi melakukan penelitian di bidang teknologi lingkungan, terbuka bagi semua pihak yang ingin bekerja sama dalam upaya mengatasi persoalan limbah masker sekali pakai.

“Kami menawarkan solusi berupa konsep teknologi daur ulang, khusus pada masker limbahdomestik (non-fasyankes). Harapan kami dengan adanya kerja sama, kita dapat berkontribusi dalam mengurangi pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh limbah masker” tuturnya.

Baca juga: Covid-19 Varian Delta Mengganas, LIPI Larang Pegawainya Keluar Rumah

“Jika ada pihak yang tertarik untuk melakukan pengolahan limbah masker maka kami siap membantu perumusan konsepnya hingga konsultasi teknis dengan perjanjian kerjasama,” imbuh Ajeng.

Lebih lanjut dirinya memperjelas bahwa LPTB melakukan alih teknologi sehingga teknologi yang dimiliki dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan saat ini telah ada organisasi swadaya masyarakat di bidang lingkunga yakni Yayasan Upakara Persada Nusantara yang mengajukan kerja sama dengan LPTB LIPI.

Saat ini, yayasan tersebut tengah mengumpulkan limbah masker yang berasal dari Jakarta dan Bandung. Limbah masker yang dikumpulkan juga dibatasi khusus.

“Hanya limbah masker yang berasal dari apartemen dan perkantoran untuk menghindari limbah masker yang infeksius,” tegas Ajeng.

Baca juga: DLH DKI Musnakan 1.231 Kg Masker Bekas Warga

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini