Corona Tak Terbendung, Pemerintah Godok PPKM Super Ketat

Binti Mufarida, Sindonews · Selasa 29 Juni 2021 12:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 29 337 2432554 corona-tak-terbendung-pemerintah-godok-ppkm-super-ketat-RlnsxYeXwE.jpg Foto: Antara

JAKARTA - Pemerintah saat ini sedang menggodok Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) super ketat untuk dilaksanakan di Kabupaten/Kota. Hal ini untuk menekan angka kasus harian Covid-19.

(Baca juga: Covid Mengganas! Pemerintah Dikabarkan Segera Tetapkan PPKM Darurat)

“Sedang dalam penggodokan untuk melihat PPKM kabupaten kota yang super ketat untuk membatasi mobilisasi penduduk,” ujar Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19, Alexander K. Ginting kepada MNC portal, Selasa (29/6/2021).

(Baca juga: Pecah Rekor! Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran Tembus 7.123 Orang)

Diketahui, saat ini kasus Covid-19 di Tanah Air sedang mengalami lonjakan. Bahkan, dalam sehari kasus Covid-19 pernah menembus angka 21.342 kasus pada 27 Juni lalu. Dan hingga kemarin pun masih lebih di angka 20.000-an kasus sehari.

Sebelumnya, Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Ganip Warsito pemerintah juga akan melakukan revisi pelaksanaan PPKM mikro di dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 14 Tahun 2021.

Ganip mengatakan perubahan ini merupakan hasil rapat terbatas (Ratas) dengan Presiden Joko Widodo hari ini. “Kemudian pembatasan aktivitas sosial, melakukan pembubaran kerumunan dengan tegas, meniadakan kegiatan sosial kemasyarakatan, ini juga harus ditegakkan dengan baik,” katanya dalam dalam Rapat Koordinasi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nasional secara virtual, kemarin.

“Sesuai dengan hasil Ratas (Rapat Terbatas), nanti akan diadakan perubahan-perubahan terhadap Imendagri 14 Tahun 2021, yang sampai dengan hari masih kita pedomani. Pembatasan-pembatasan ini juga dilakukan untuk bisa mengendalikan supaya Covid ini tidak semakin menyebar,” jelas Ganip.

Ganip mengatakan untuk pelaksanaan revisi yang akan diberlakukan yakni work from home (WFH) di zona merah dan orange sebesar 75%, sisanya work from office (WFO) 25%. “Contohnya nanti yang akan diterapkan adalah pelaksanaan untuk kegiatan PPKM-nya. WFH, WFO ini untuk akan diberlakukan 75% dan 25% untuk daerah yang merah dan orange,” katanya.

Ganip pun mengatakan bahwa untuk sektor ekonomi seperti Mall, kegiatan operasionalnya akan dilaksanakan sampai pukul 17.00. Dan untuk restoran hanya diizinkan untuk take away dan dibatasi sampai pukul 20.00.

“Kemudian untuk sektor-sektor ekonomi seperti Mall, ini aja dioperasionalkan sampai dengan jam 17.00, kemudian restoran hanya diizinkan untuk take away ini dibatasi sampai pukul 20.00, ini beberapa pembatasan yang akan diterapkan sebagai revisi dari Imendagri yang sudah di pedomani sampai dengan hari ini,” kata Ganip.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini