Kisah Jatuhnya Keraton Plered Mataram dan Trunojoyo Ditikam Amangkurat II

Doddy Handoko , Okezone · Selasa 29 Juni 2021 07:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 29 337 2432379 kisah-jatuhnya-keraton-plered-mataram-dan-trunojoyo-ditikam-amangjurat-ii-dm9T1otilU.jpg Museum Pleret.(Foto:Dok Okezone)

DALAM Babad Tanah Jawi diceritakan bahwa Trunojoyo adalah keturunan penguasa Madura, yang dipaksa tinggal di keraton Mataram.

Setelah ayahnya dieksekusi oleh Amangkurat I pada 1656, dia meninggalkan keraton, pindah ke Kajoran, dan menikahi putri dari Raden Kajoran kepala dari keluarga yang berkuasa di sana.

Pada 1670, Kajoran memperkenalkan menantunya, Trunajaya kepada pangeran mahkota, yang baru saja diusir oleh raja karena skandal, dan keduanya menempa persahabatan yang meliputi ketidaksukaan bersama terhadap Amangkurat.

Pada 1671 Trunajaya kembali ke Madura, di mana dia memanfaatkan dukungan pangeran mahkota untuk mengalahkan gubernur setempat dan menjadi penguasa Madura.

Baca Juga: Kisah Ki Ageng Henis, Leluhur Raja Mataram dan Guru Jaka Tingkir

Ia lantas melakukan pemberontakan melawqn Amangkurat. Pemberontakan dumulai dengan serangkaian serangan dari para perompak Makassar yang berbasis di Demung terhadap kota-kota perdagangan di pantai utara Jawa.

Serangan pertama terjadi pada 1674 di Gresik tetapi dipukul mundur. Trunajaya mengadakan pernikahan dengan Karaeng Galesong, pemimpin orang Makassar, pada 1675 dan merencanakan penyerangan lebih lanjut.

Ketika VOC merebut Surabaya dari Trunajaya pada bulan Mei 1677, Trunajaya melarikan diri dengan dua puluh meriam perunggunya, dan meninggalkan 69 meriam besi dan 34 meriam perunggu.

(saz)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini