Share

Sosiolog UNS: Masyarakat Jangan Egois, Empati kepada Nakes dengan Disiplin Prokes

Khafid Mardiyansyah, Okezone · Minggu 27 Juni 2021 16:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 27 337 2431642 sosiolog-uns-masyarakat-jangan-egois-empati-kepada-nakes-dengan-disiplin-prokes-imgrmcKTvI.jpg Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Sosiolog Universitas Negeri Sebelas Maret Dr. Yosafat Hermawan Trinugroho menjelaskan, saat Kasus Covid-19 melonjak, mau tak mau seluruh masyarakat harus terus taat dan mematuhi protokol Kesehatan.

Menurutnya, kondisi pandemi yang belum jelas kapan berakhirnya dan kini justru grafiknya menaik, menuntut solidaritas seluruh elemen masyarakat.

"Selama ini sebenarnya solidaritas masyarakat sudah bagus pada banyak aspek, seperti saling membantu satu sama lain. Banyak inisiatif dan solidaritas lokal yang tumbuh berkembang di masa pandemi, dengan dapur umum, cantelan sayur, dan sebagainya," jelasnya dalam keterangan tertulis.

Namun, jelasnya, yang sering dilupakan adalah bahwa dengan taat protocol kesehatan secara disipilin dan dilakukan secara individual, itu juga bagian dari solidaritas sosial dalam menghadapi pandemi saat ini.

"Masing-masing elemen masyarakat harus bahu membahu dan meninggalkan egoisme masing-masing dengan cara mematuhi protokol Kesehatan di manapun berada. Fasilitas Kesehatan, termasuk para tenaga Kesehatan yang jumlahnya terbatas, seharusnya menjadi alternatif terakhir ketika situasi terburuk pada seseorang terjadi, dan yang paling penting diperlukan sebenarnya adalah mencegah jangan sampai situasi tersebut menjadi memburuk, jelasnya.

"Bagaimanapun tenaga Kesehatan memiliki banyak keterbatasan, secara jumlah maupun tenaga. Empati masyarakat kepada mereka sangat dibutuhkan dalam situasi saat ini," imbuhnya.

Ia juga menekankan, masyarakat harus juga ingat bahwa para tenaga Kesehatan juga manusia dan memiliki keluarga. Peningkatan disiplin protokol Kesehatan dan mematuhi PPKM mikro menjadi jalan yang harus dilakukan saat ini.

"Di sisi lain, masyarakat diharapkan tidak mudah terprovokasi hoax atau berita-berita yang belum jelas kebenarannya, seperti masih menganggap bahwa Covid tidak ada. Cek dan recek informasi diperlukan sebelumnya sebelum saling share informasi di media sosial," jelasnya.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

(kha)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini