Bersama BSSN, LIPI Luncurkan Tim Pelaksana Keamanan Siber LIPI-CISRT

Tim Okezone, Okezone · Minggu 27 Juni 2021 12:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 27 337 2431586 bersama-bssn-lipi-luncurkan-tim-pelaksana-keamanan-siber-lipi-cisrt-ITyDF79Iob.jpg

JAKARTA – Semakin cepatnya lalu lintas informasi dan pertukaran di zaman digital ini menjadikan data dan informasi merupakan sumber daya yang penting bagi sebuah instansi, sehingga ketersediaan data, kemudahan dalam mengakses serta keamanan harus diperhatikan.

Guna menjaga data dan informasi dari ancaman serangan di dunia maya, keamanan siber (cyber security) menjadi suatu hal yang mutlak untuk diterapkan agar kerahasiaan, keutuhan dan ketersediaan informasi dari serangan digital dapat terjaga.

BACA JUGA: Para Bankir Ingin Respons Cepat Hadapi Kejahatan Siber 

Mengingat pentingnya keamanan siber ini, LIPI bersepakat dengan Computer Security Incident Response Team (CSIRT) dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), yang merupakan salah satu pelaksana keamanan siber di Indonesia.

“LIPI ditargetkan menjadi salah satu instansi pusat dalam program pembentukan CSIRT sebagai Target Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Prioritas Nasional Tahun 2021” ungkap Plh. Kepala LIPI Agus Haryono dalam keterangan pers, Minggu (27/6/2021). 

BACA JUGA: Viral Fenomena Ombak Api di Pantai Kampung Sulteng, Ini Penjelasan LIPI

Nantinya, LIPI-CSIRT akan memberikan layanan yang meliputi respon insiden dalam bentuk: triase insiden; koordinasi insiden; dan resolusi insiden.

“Kerja sama antara LIPI dengan BSSN ini dalam rangka penanggulangan dan pemulihan insiden keamanan siber pada sektor pemerintah serta membangun kapasitas sumber daya penanggulangan dan pemulihan insiden keamanan siber di LIPI. Tim LIPI CSIRT dapat melakukan layanan reaktif dan proaktif seperti early warning, response dan recovery, serta menjaga kerentanan (vulnerabilities) dari sebuah sistem. Tim juga harus mampu memberikan layanan reaktif bila terjadi insiden baik sebagai artefak maupun forensik, serta layanan security assessment,” jelasnya.

Sementara itu, Plt. Kepala PDDI LIPI, Hendro Subagyo menyatakan, LIPI-CSIRT dibentuk untuk melakukan pencegahan insiden, dengan cara terlibat aktif dalam penilaian dan deteksi ancaman, perencanaan mitigasi, dan tinjauan atas arsitektur keamanan informasi Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

“CSIRT memiliki otoritas untuk menangani berbagai insiden keamanan siber yang terjadi atau mengancam sistem informasi BSN berupa web defacement, DDOS, malware, dan phising. Dukungan yang diberikan oleh BSSN dapat bervariasi tergantung dari jenis, dampak insiden dan layanan yang digunakan,” paparnya.

Hendro menjelaskan bahwa LIPI pernah mendapatkan serangan siber pada 2020 dan 2021 sehingga pembentukan LIPI-CSIRT menjadi sebuah langkah penting untuk menghadapi risiko dan ancaman-ancaman serupa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini