Bina Jemaah Pusdiklat Dai, Wamenag: Warga Diharapkan Tidak Main Hakim Sendiri!

Erfan Maaruf, iNews · Minggu 27 Juni 2021 08:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 27 337 2431527 bina-jamaah-pusdiklat-dai-wamenag-warga-diharapkan-tidak-main-hakim-sendiri-6Ifylf58Vq.jpg Wamenag Zainut Tauhid (Foto: Okezone)

JAKARTA - Aparat keamanan telah mengamankan pimpinan Pusdiklat Dai di Bandung, Jawa Barat, setelah mengaku sebagai Nabi ke-28.

Peristiwa pengakuan nabi oleh pimpinan Pusdiklat Dai terjadi di Pusdiklat Dai Kelurahan Cijawura, Kecamatan Buahbatu pada Rabu, 23 Juni 2021. Akibat peristiwa tersebut, sejumlah warga menyerbu lokasi tersebut.

Kemudian, Kementerian Agama (Kemenag) Bandung bersama aparat, MUI, dan tokoh masyarakat mengambil langkah antisipasi adanya konflik dari peristiwa tersebut.

Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan pembinaan kepada para jemaah Pusdiklat Dai tersebut

"Untuk menghindari terjadinya konflik, 8 Pengurus Yayasan telah diamankan pihak berwenang. KUA Kementerian Agama, bersama pihak kecamatan dan Polsek setempat juga telah melakukan mediasi antara warga dan jemaah yayasan untuk mengambil langkah terbaik bagi penyelesaian masalah ini. Masyarakat diharap tenang dan menyerahkan masalahnya kepada aparat dan pihak yang berwenang," kata Zainut dalam laman website resmi Kemeneg, Minggu (27/6/2021).

Baca juga: Wamenag Apresiasi Dubes Arab Saudi Klarifikasi Penyebab Pembatalan Haji 2021

Ia menambahkan, sejumlah pihak juga akan melakukan melakukan pembinaan terhadap jemaah yang menjadi murid dari pimpinan Pusdiklat Dai yang berada di Bandung tersebut.

"Sementara pengurus yayasan diperiksa aparat, Kemenag, MUI, dan tokoh masyarakat akan memberikan pembinaan kepada jemaah yayasan tersebut. Warga diharapkan tidak melakukan hal-hal yang bersifat main hakim sendiri," sambungnya.

Baca juga: Wamenag: Kontribusi Ormas Islam Tentukan Wajah Masa Depan Indonesia

Wamenag mengaku prihatin dengan munculnya pemahaman yang menyimpang dari pokok ajaran Islam, salah satunya terkait konsep kenabian. Islam meyakini Muhammad SAW adalah penutup para nabi dan rasul.

Zainut mengajak umat belajar agama dari para tokoh, guru, ustaz, ulama yang tepat. Sehingga, mereka bisa mendapatkan pemahaman ajaran Islam yang benar, sesuai Al-Quran dan Sunnah Rasulullah.

"Penyuluh agama KUA kecamatan setempat sudah kami minta melakukan mitigasi dan berkoordinasi dengan MUI dan tokoh agama untuk bersama-sama melakukan pembinaan kepada eks jamaah yayasan tersebut agar mereka memperoleh pencerahan dan terhindar dari penyimpangan ajaran Islam," jelasnya.

Dia meminta agar masyarakat lebih selektif mencari seorang guru yang akan mengajari agama dengan menelusuri terlebih dahulu asal keilmuan yang dimiliki.

"Mari pelajari Islam secara baik dan benar, dari para guru, ustaz, kiai, ajeuangan, ulama yang memiliki sanad keilmuan jelas, tersambung hingga Rasulullah SAW," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini