Bung Karno Minta Guntur Laporan Telah Cium Pacarnya

Doddy Handoko , Okezone · Minggu 27 Juni 2021 06:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 27 337 2431505 bung-karno-minta-guntur-laporan-telah-cium-pacarnya-OeB6TZKx2m.jpg Presiden Soekarno (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Guntur Sukarno Putra, menulis tentang kisah-kisah ringan dan humanis dari Bung Karno yang dituangkan di buku, “Bung Karno : Bapakku, Kawanku, Guruku ". Berikut kisahnya.

Waktu Guntur lulus SMA tahun 1962, dia memiliki permintaan "kado" yang tak masuk akal. Dirinya tak berani mengucapkan langsung ke Bung Karno. Guntur lalu meminta jasa Ibu Fat, agar mengutarakan maksudnya.

Bu, apa sudah bilang sama Bapak apa yang aku minta? Kapan Ibu ke istana? (Ibuku saat itu sudah keluar dari istana dan timnggal di Jl. Sriwijaya Kebayoran).

+ Luso lalu (lusa lalu, dialek Bengkulu).

Marah nggak?

+ Kalo nyo berang idaklah salah. Bujanglah yang salah, minta yang idak-idak. Hapo ... hapo kau ini Jang! (Kalau dia marah tidak salah, Bujanglah yang salah, minta yang tidak-tidak. Apa-apaan kau ini Jang!)

Guntur akhirnya memberanikan diri, menghadap bapaknya.

Pak!

Baca juga: Kisah Kambing Milik Presiden Soekarno: Si Manis dan Si Bandot

+ Heh ... kau. Selamat ya kau lulus. Berapa angkanya? Bagus apa jelek? ... Ibu sudah bicara sama Bapak perkara keinginanmu. Bapak ndak bisa kasih izin buat itu. Bagaimanapun juga kau adalah anak Presiden R.I. Mintalah yang lain ... Peraturan protokoler negara tak mengizinkan ... Bapak sudah bcara dengan Sabur dan Mangil soal ini.

Guntur yang kesal, segera mencari Letkol Sabur - ajudan Bung Karno. Meraka berdiskusi soal "hadiah" lulus SMA itu. Pembicaraan tak menemui titik akhir. Guntur yang semakin kesal, segera pergi ke mobilnya, seraya berteriak: "Pokoknya saya nggak mau dikawal lagiiii!"

Rupanya Guntur dan adik-adiknya, sebagai anak presiden yang sejak kecil terus-terusan dikawal, sudah merasa bosan dan menganggap diawasi terlalu ketat. Merasa dirinya sudah lulus SMA, Guntur meminta satu hadiah .... tidak dikawal!

Meski kecewa, Guntur masih berusaha memohon hal ini ke Soekarno. Akhirnya ia mendatangi lagi bapaknya.

Pak, soal pengawalan itu apa masih tetap tidak boleh dihilangkan?

+ Kan Bapak sudah bilang itu tidak bisa. Mintalah hadiah yang lain! heh, ke mana kau mau teruskan sekolahmu?

Terserah yang mana yang keterima ... Akademi Angkatan Laut sama ITB Bandung.

Baca juga: Kisah Jempol Kaki Bung Karno Sakit, Gunakan Sepatu Bolong Saat Terima Dubes!

+ ... Semuanya bagus ... Eh kenalkan Bapak sama pacarmu, aku ingin tahu cantik ndak ... mengapa, dia minta putus? Kalian masih cinta monyet ... Huah huah huah, alasan ... kenapa kau tidak cium dia? Ho ho, kau terlalu! Kau jangan bikin malu aku!

Ya ... Pak. Tapi gimana aku mau cium dia di depan pengawal!

+ Ya memamg saru ciuman ditonton orang (saru = taksopan). Ya sudah begini saja, Bapak kasih kau hadiah lulus ujian ... mulai bulan depan kau boleh ngeluyur tanpa pengawal! Nanti Bapak kasih tahu Sabur dan Mangil

Terima kasih Pak ! (Sambilkabur ke luar kamar).

+ Hey ... bulan depan lapor soal cium tadi!

Ya ... Pak!

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini