Satgas Covid-19 Sebut PSBB dan PPKM Tidak Berhasil, Ini Sebabnya

Binti Mufarida, Sindonews · Sabtu 26 Juni 2021 19:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 26 337 2431378 satgas-covid-19-sebut-psbb-dan-ppkm-tidak-berhasil-ini-sebabnya-TEFTeL6TD1.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19, dr. Alexander K. Ginting mengatakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang telah dijalankan pada awal pandemi Covid-19 hingga awal tahun 2021 tidak berhasil.

“Kalau mau lockdown secara besar kita sudah lakukan PSBB. Tapi tidak berhasil juga, 10 April 2020 sampai 10 Januari 2021, kita sudah melaksanakan PSBB di 20 wilayah. Nggak maksimal juga. Kemudian 11 sampai 25 Januari 2021, kita PPKM, tidak juga maksimal,” kata Alex dalam dialog di MNC Trijaya, Sabtu (26/6/2021).

Baca Juga:  Corona Meroket, Polda Metro: Masker Harga Mati, Tak Pakai Masker Bisa Mati

Alex pun menjelaskan mengapa kebijakan PSBB dan PPKM tidak berhasil dilaksanakan. Dia mengatakan bahwa masyarakat masih abai dengan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan), kemudian masih banyak masyarakat yang melaksanakan mudik meskipun telah dilarang.

“Ya masyarakatnya. Lihat aja kemarin masih ada orang mudik. Orang yang marah-marah di mobil, ibu-ibu kan ya, bapaknya juga emosi juga. Persoalannya disitu, mereka kan orang yang sudah berpendidikan, sudah mempunyai lah aset bukan sembarang orang,” kata Alex.

Oleh karena itu, kebijakan pemerintah saat ini untuk penanganan Covid-19 adalah dengan memberlakukan PPKM skala mikro. “Jadi kita harus selesaikan ini dalam PPKM skala mikro. PPKM skala mikro itu adalah mikro lockdown di RT maupun RW. Itupun juga mikro lockdown pribadi, lockdown manusianya. Jadi kita nggak perlu lockdown satu Pulau. Yang di lockdown itu diri kita,” ungkap Alex.

“Kalau ada kerinduan mudik itu harus kita lockdown, supaya tidak rindu. Kalau ada kepingin ngobrol-ngobrol atau masuk ke warteg jangan kita duduk di sana, itu langsung di lockdown. Kalau kita kerumunan ke pasar itu yang di lockdown. Jadi, diri kita ini yang harus di lockdown,” papar Alex.

Baca Juga:  RSDC Wisma Atlet Terima 821 Pasien Covid-19, Tempat Tidur Tersisa 866

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini