Share

Mitos Memeluk Situs Batu Tulis, Keinginan Bisa Terkabul

Doddy Handoko , Okezone · Sabtu 26 Juni 2021 06:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 26 337 2431154 mitos-memeluk-situs-batu-tulis-keinginan-bisa-terkabul-HDVw8GTxBU.jpg Batu Tulis (Foto : Istimewa)

SITUS Prasasti Batu Tulis terletak di desa Batu Tulis, Sukasari Bogor, Jawa Barat, merupakan peninggalan Kerajaan Pajajaran. Situs ini dibuat tahun 1533 M (1455 Saka) oleh Raja Surawisesa (1521-1535M) yang merupakan penerus Kerajaan Padjajaran.

Konon terdapat mitos bahwa keinginan terkabul jika dapat memeluk batu bertulis itu. Mitos itu diceritakan nenek Maemunah. Dia bercerita bahwa keinginan bisa terkabul dengan memeluk batu.

Langkah awal ialah menaruh telapak kaki ke batu yang berukir telapak kaki Prabu Surawisesa. Kemudian, berlutut dan tangan ditempelkan kepada prasasti Batutulis sambil mengucapkan apa yang diminta.

Usai mengucapkan permintaan, kemudian berdiri, lalu berjalan melewati belakang prasasti Batutulis ke arah batu Lilingga.

Orang yang memohon itu memeluk batu Lilingga tersebut, dengan syarat harus membelakanginya.

"Dalam ritual tersebut, dipercaya saat telapak kaki kita ternyata sama dengan ukiran telapak kaki tersebut, berarti keinginan akan terkabul," ucapnya.

Begitu juga saat memeluk batu Lilingga, mitos yang berkembang ialah bila ujung jari saling menempel, maka keinginan akan terkabul juga.

Baca Juga : Misteri Keraton Pajajaran yang Lenyap, Terletak di Batutulis Bogor?

Pengunjung yang memeluk batu prasasti. Bila kedua tangannya sampai, dipercaya keinginan yang diungkapkan bakal terkabul. Lalu usai memeluk batu, pengunjung itu berdoa.

"Namun bila sedikit menempel, berarti masih ada harapan untuk terkabul," ungkapnya.

Konon sebagian orang percaya bahwa tidak semua orang bisa terkabul permintaanya. Ada yang bilang bahwa jika orang yang mempunyai ahlak kurang baik dan suka bermaksiat, maka keinginannya tidak akan terkabul. Sebaliknya, bila seseorang berahlak baik, maka keinginannya akan terpenuhi.

Dikabulkan atau tidaknya permohonan itu,semua tergantung dari keyakinan masing–masing, percaya mitos yang selama ini berkembang atau tidak.

Maemunah juga mengingatkan, "Jika ingin “meminta”, mintalah pada Allah," kata dia.

Jadi sebelum ia menunjukan cara prosesi “meminta”, Maemunah selalu berpesan seperti itu. Dia khawatir kalau orang–orang datang ke tempat ini menjadi musyrik, karena menyekutukan Allah.

Petilasan Batu tulis biasanya ramai dikunjungi pada bulan Maulud. Selain itu, Pada hari Minggu malam dan Kamis malam atau malam Jumat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini