Organisasi Masyarakat Sipil Dukung Transparansi Anggaran Penanganan Covid-19

Jonathan Nalom, MNC Media · Jum'at 25 Juni 2021 19:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 25 337 2431016 organisasi-masyarakat-sipil-dukung-transparansi-anggaran-penanganan-covid-19-vsXLe68gYV.jpg Moeldoko. (Foto: KSP)

JAKARTA - Organisasi masyarakat sipil yang terdiri dari Transparency International Indonesia (TII), Laporcovid19 dan Forum Indonesia untuk Transparan Anggaran (FITRA) mengaudiensikan transparansi data dan program penanganan Covid-19. Audiensi tersebut digelar secara daring dan diterima oleh Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko.

Menurut Moeldoko, pemerintah menyadari pentingnya transparansi dan akuntabilitas. Lebih lanjut dikatakan, tantangannya berada pada pengumpulan data yakni pada ego sektoral. 

“Maka pemerintah fokus pada pembahasan masalah, bukan lagi perdebatan akademik,” kata Kepala Staf Kepresidenan Dr. Moeldoko dalam keterangan tertulis, Jumat (25/06/2021).

Baca juga: Moeldoko Sayangkan Masih Ada Kelompok Abaikan Bahaya Covid-19

Moeldoko mengatakan pemerintah tidak tinggal diam menanggapi permintaan tersebut. Dia menegaskan Presiden Jokowi sejak awal selalu mengingatkan pentingnya keterbukaan saluran informasi secara cepat oleh lembaga dan kementerian dalam pemerintahan. 

Menurutnya, jawaban dari tantangan tersebut yaitu diperlukannya koordinasi. Sehingga, segala saran, arahan dan masukan akan langsung disampaikan ke Presiden. 

"Kondisi seperti ini, kita perlu mendapatkan masukan dari segala pihak,” ucap Moeldoko.

Baca juga: Covid-19 Melonjak, Moeldoko: Gelombang Kedua Pandemi Tak Terelakkan

Dalam kesempatan yang sama, Deputi II Kepala Staf Kepresidenan Abetnego Tarigan menambahkan, koordinasi juga dilakukan pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Khususnya untuk mengupdate data, mulai dari penyerapan anggaran, bed occupancy ratio (BOR) rumah sakit, hingga penerapan protokol kesehatan. 

Untuk diketahui dalam pertemuan daring tersebut, oorganisasi masyarakat sipil mengaudiensikan beberapa hal. 

Kolaborator Saintis Lapor Covid-19, Iqbal Elyazar mengharapkan Dinas Kesehatan Daerah dapat menyampaikan perkembangan terkini seperti yang dilakukan oleh Jakarta. Iqbal kemudian memerikan contoh data di Jawa Tengah tidak dilengkapi dengan testing dan tracing.

“Harapan kami agar ada dan ditampilkan jumlah testing harian dan persentase kasus per kabupaten/kota," tutur Iqbal.

Sementara, Sekjen Transparency International Indonesia (TII) Danang Widoyoko menggarisbawahi penyerapan anggaran Covid-19 yang masih rendah. Dia pun meminta adanya transparansi dan data yang lebih terbuka. 

Terakhir, Sekjen Forum Indonesia untuk Transparan Anggaran (FITRA), Misbah Hasan mengatakan bahwa informasi tentang Covid-19 dinilai tidak mendalam. Adapun komitmen program-program juga tidak diimbangi dengan akselerasi penyelenggaraan, hingga realisasi pengadaan barang yang masih minim laporannya. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini