Viral Relawan Muhammadiyah Makamkan Jenazah Pasien Covid-19 Beragama Kristen, Ini Ceritanya

Jonathan Nalom, MNC Media · Jum'at 25 Juni 2021 17:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 25 337 2430990 viral-relawan-muhammadiyah-makamkan-jenazah-pasien-covid-19-beragama-kristen-ini-ceritanya-Mk15ARZm90.jpg Foto: Istimewa

JAKARTA - Media sosial diramaikan oleh sebuah foto relawan Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC) yang tengah menguburkan jenazah nonmuslim pasien Covid-19. Diketahui mereka menjadi relawan pengubur, menyusul naiknya angka kematian di Kabupaten Kudus dan kurangnya tenaga pemakaman.

Foto tersebut sempat diunggah kembali oleh Sekretaris Umum PP Muhammadiyah dalam akun Twitter-nya. Dalam keterangan dia menuliskan kalimat ‘bencana yang mempersatukan’.

Jawaban netizen terkait latar belakang cerita tersebut terjawab kemudian. Asistensi MCCC Jawa Tengah, Fathul Faruq membeberkan, Pemerintah Kabupaten Kudus engah kewalahan menghadapi kenaikan tingkat kematian.

Baca juga: Kabar Duka! 981 Tenaga Kesehatan Meninggal Akibat Covid-19, Ini Rinciannya

“Tim MDMC diminta oleh tim pemakaman kabupaten untuk membantu di seluruh rumah sakit. Jadi sejak angka kematian naik, (mencapai 50 per hari) tim dari kabupaten tidak sanggup. Akhirnya teman-teman relawan dikumpulkan untuk membuat tim, karena Muhammadiyah sudah punya kita tinggal megaktifkan saja dan membantu seluruh rumah sakit di Kabupaten Kudus” kata Asistensi MCCC Jawa Tengah, Fathul Faruq dikutip dark situs Muhammadiyah, Jumat (25/06/2021) 

Fathul menceritakan, bahwa pada saat itu relawan MDMC mendapat jadwal pengambilan jenazah. Pengambilan jenazah tersebut berasal dari BPD dan akan diantar ke RS Mardi Rahayu. 

Baca juga: Covid-19 Melonjak, Rusun Pasar Rumput Bakal Tampung Pasien Tanpa Gejala

“Jenazah terdiagnosa positif covid-19. Untuk satu tim kita ada delapan orang, kemudian kita menyediakan dua tim yang kita switch bergantian untuk istirahat,” lanjutnya 

Menurut Fathul, angka kematian di Kudus sendiri masih terbilang tinggi dan belum terdapat penurunan. Pasalnya dalam satu hari bisa mencatat kematian sebanyak 20 sampai 30 orang.

“Kalau kenaikkan kasusnya sudah mulai turun tetapi juga belum terlihat secara pasti kecenderungannya, penumpukan PCR di Provinsi itu kalau keluarnya bersama kecenderungannya kan angka positifnya naik secara signifikan, padahal sebenarnya itu tergantung alat tes yang ada di provinsi,” ujarnya

Fathul kemudian mengimbau k masyarakat di Kudus agar tetap menjaga diri, keluarga dan lingkungan sekitar. Dia juga menegaskan kepada warga yang tidak mampu isolasi mandiri untuk segera pergi ke tempat isolasi terpusat

“Kalai tidak mampu melakukan isolasi mandiri di rumah maka lakukan isolasi terpusat di tingkat desa jadi biar yang merawat tetap saudaranya sendiri,” tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini