Polri Mulai Pelacakan Akun Pembobol 279 Juta Data BPJS Kesehatan

Puteranegara Batubara, Okezone · Jum'at 25 Juni 2021 17:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 25 337 2430970 polri-mulai-pelacakan-akun-pembobol-279-juta-data-bpjs-kesehatan-1YQjApvEnZ.jpg Foto: Okezone.

JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri mulai melakukan pelacakan terhadap akun Kontz di Raid Forum yang diduga pelaku pembobolan data WNI di BPJS Kesehatan.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengungkapkan, pelacakan tersebut di antaranya dengan mengajukan mutual legal assistance (MLA) atau bantuan timbal balik ke Internet Service Providers (ISP) di Hong Kong untuk melacak pengguna akun yang diduga sebagai pembobol data BPJS Kesehatan.

BACA JUGA: Bareskrim Kantongi Profil Pelaku Pembocoran 279 Juta Data BPJS Kesehatan

"Mengajukan MLA terkait IP address HP iPhone yang menggunakan username Kotz ke ISP Hong Kong," kata Ramadhan, Jakarta, Jumat (25/6/2021).

Hong Kong, kata Ramadhan, menjadi lokasi yang diajukan MLA lantaran, aparat menemukan jejak transaksi mata uang digital alias cryptocurrency yang diduga dilakukan oleh pemilik akun tersebut.

"Terkait transaksi cryptocurrency lain yang diduga dilakukan oleh Kotz," ujar Ramadhan.

BACA JUGA: Geledah Kantor BPJS Kesehatan, Polri Uji Forensik 2 Laptop Terkait Dugaan Kebocoran Data

Tak hanya Hongkong, Ramadhan menyebut, penyidik bakal melakukan koordinasi dengan BPJS Kesehatan terkait dengan pelacakan pemilik akun tersebut.

"Koordinasi kembali dengan pihak BPJS Kesehatan terkait dengan verifikasi data sampel dari pelaku atas nama Kotz pada hari Jumat tanggal 25 Juni 2021," ucap Ramadhan.

Sebanyak 279 juta data penduduk Indonesia diduga telah bocor dan dijual di forum online, termasuk data orang yang telah meninggal dunia.

Informasi ini berdasarkan sebuah cuitan dari akun Twitter @ndagels dan @nuicemedia yang pertama kali mengungkap kebocoran data tersebut. Data bocor itu meliputi informasi yang cukup lengkap dari para penduduk Indonesia.

Adapun informasi pribadi yang bocor meliputi NIK (Nomor Induk Kependudukan), nama, alamat, nomor telepon, dan bahkan jumlah gaji juga termasuk di dalamnya.

Untuk membuktikan kebenaran data dari 279 juta, si pengunggah data bahkan memberikan sampel berisi 1 juta data penduduk Indonesia. Sampel tersebut diunggah ke laman berbagi file bayfiles, anonfiles, dan mega.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini