Cegah Penumpukan Pasien, RSDC Wisma Atlet Andalkan Call Centre

Jonathan Nalom, MNC Media · Jum'at 25 Juni 2021 17:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 25 337 2430961 cegah-penumpukan-pasien-rsdc-wisma-atlet-andalkan-call-centre-bhaaZTWuMc.jpg RSDC Wisma Atlet (Foto: Okezone)

JAKARTA - Koordinator Humas Rumah Sakit Darurat Covid (RSDC) Wisma Atlet, Mintoro Sumego mengatakan, RSDC Wisma Atlet akan mengandalkan metode Call Centre. Hal ini menyusul naiknya jumlah pasien yang berdatangan ke Wisma Atlet.

“Untuk kasus ini sangat banyak sekali jadi kami sekarang untuk pasien masuk ke wisma atlet mulai mengandalkan call centre,” kata Koordinator Humas Rumah Sakit Darurat Covid (RSDC) Wisma Atlet, Mintoro Sumego dalam jumpa media daring, Jumat (25/06/2021)

Baca Juga:  Nakes Wisma Atlet Gugur, Ketua DPD: Ini Kehilangan Besar untuk Negara

Nantinya pasien akan diarahkan ke Puskesmas terlebih dahulu. Kemudian, RSDC Wisma Atlet akan berkoordinasi dengan sejumlah puskesmas yang tersebar di Jakarta untuk kelanjutan penanganan pasien.

“Kita itu sudah punya kontak dengan petugas puskemas, petugas puskemas akan kontak call centre kita , dia akan menjelaskan sekali keadaan pasien,” ujarnya.

Lebih lanjut, Mintoro mengatakan bahwa pihak RSDC Wisma Atlet telah menyiapkan clue terkait kondisi pasien yang dapat diterima. Nantinya, yang dapat dirawat di RSDC Wisma Atlet yaitu mereka yang tergolong gejala sedang sampai berat.

Mintoro melanjutkan pasien yang masuk dalam kondisi minimal gejala berat dapat masuk. Mereka akan dihubungi terkait penjadwalan kedatangan.

“Setelah itu, nanti pasien itu akan infokan ‘silahkan datang ke wisma atlit jam segini’, jam segini itu maksudnya untuk menghindari penumpukan pasien di Wisma Atlet,” tandasnya.

Baca Juga:  Nakes di Wisma Atlet Gugur, Kemenkes Percepat Vaksinasi Covid-19

Untuk diketahui, jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia terus meningkat. Peningkatan itu juga diikuti dengan mulai penuhnya kapasitas tempat tidur di RSDC Wisma Atlet. Pada hari ini kapasitas keterisian tempat tidur berada pada angka 85,04%.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kemudian memutuskan untuk menambah kapasitas ruang isolasi bagi pasien khususnya OTG (pasien tanpa gejala) dengan membuka lima tower di Rumah Susun Nagrak, Cilincing, Jakarta Utara.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini