Kemenkes Kaji Vaksin Covid-19 Diberikan Kepada Kelompok Usia di Bawah 18 Tahun

Binti Mufarida, Sindonews · Jum'at 25 Juni 2021 14:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 25 337 2430843 kemenkes-kaji-vaksin-covid-19-diberikan-kepada-kelompok-usia-di-bawah-18-tahun-GBqfjOu9jM.jpg Ilustrasi (Foto: RFI)

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tengah mengkaji vaksin Covid-19 diberikan kepada warga dengan kelompok usia di bawah 18 tahun.

“Mengenai usia muda, memang kita melihat bahwa ada gejala usia muda masuk. Tapi catatan saya juga, sekarang kita sedang melakukan penelitian bagaimana mengenai severity-nya keparahannya. Karena memang datanya di seluruh dunia untuk usia dibawah 18 tahun itu 99% lebih itu sembuh, dibandingkan dengan usia yang di atas 18 tahun,” ujar Menkes Budi Gunadi Sadiki dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (25/6/2021).

Budi menjelaskan bahwa pemerintah sedang melakukan kajian vaksin mana yang bisa digunakan untuk warga dengan usia muda tersebut. “Kita juga yang kedua sedang mengkaji vaksin-vaksin mana yang sudah memiliki emergency use authorisation untuk usia muda,” katanya.

Menurut dia, ada dua vaksin yakni Sinovac dan Pfizer yang sudah bisa digunakan untuk kelompok umur di bawah 18 tahun tersebut.

“Yang sudah kita amati sekarang ada dua yang ada di list nya kita. Satu adalah Sinovac yang bisa antara umur 3 sampai 17 tahun. Kemudian satu lagi adalah Pfizer yang bisa umur 12 sampai 17, itu sudah keluar emergency use authorizationnya,” jelas Budi.

Budi mengatakan bahwa pihaknya juga akan mendengarkan para ahlinya mengenai pemberian vaksin Covid-19 tersebut.

“Dan, kita juga melakukan studi dan mudah-mudahan kita bisa keputusan di negara-negara lain seperti apa? Negara-negara Eropa, negara-negara Amerika, negara-negara Asia, bagaimana mereka melakukan treatment pemberian vaksin untuk di bawah usia 18 tahun. Dan di grup mana mereka memberikan,” imbuhnya.

Budi menambahkan bahwa Kemenkes akan memutuskan vaksin Covid-19 diberikan kepada warga di bawah 18 berdasarkan kajian ilimiah secara konprehensif.

“Berdasarkan data yang ada di kita, data penggunaan atau policy di negara-negara lain dan juga data ilmiah kesehatan emergency use authorization yang sudah diberikan terhadap putusan vaksin tersebut,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini