Usut Kebocoran Data WNI, Polri Geledah Kantor BPJS Kesehatan

Puteranegara Batubara, Okezone · Jum'at 25 Juni 2021 13:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 25 337 2430834 usut-kebocoran-data-wni-polri-geledah-kantor-bpjs-kesehatan-ubJ8uQh4I8.jpg Kabag Penum Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan (Foto: Okezone/Puteranegara)

JAKARTA - Bareskrim Polri melakukan penggeledahan di Kantor BPJS Kesehatan, terkait dengan kasus dugaan kebocoran data 279 juta Warga Negara Indonesia (WNI).

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengungkapkan, penggeledahan tersebut dilakukan pada 8,9 dan 10 Juni 2021.

"Telah dilakukan penggeledahan pada tanggal 8,9 dan 10 Juni 2021 di kantor BPJS Kesehatan terhadap server BPJS Kesehatan di Jakarta Pusat," kata Ramadhan kepada awak media, Jakarta, Jumat (25/6/2021).

Baca Juga: Polri Bakal Sita Server BPJS Kesehatan Terkait Kebocoran Data

Dalam kesempatan tersebut, kata Ramadhan, pihak Bareskrim Polri melihat langsung database yang ada di BPJS Kesehatan.

"Pada tanggal 10 Juni 2021, tim Forensik Siber Bareskrim telah melihat secara langsung database BPJS Kesehatan," ujar Ramadhan.

Sebanyak 279 juta data penduduk Indonesia diduga telah bocor dan dijual di forum online, termasuk data orang yang telah meninggal dunia.

Informasi ini berdasarkan sebuah cuitan dari akun Twitter @ndagels dan @nuicemedia yang pertama kali mengungkap kebocoran data tersebut. Data bocor itu meliputi informasi yang cukup lengkap dari para penduduk Indonesia.

Baca Juga: Heboh Kebocoran 297 Juta Data Pribadi, Begini Tips Mengamankannya

Adapun informasi pribadi yang bocor meliputi NIK (Nomor Induk Kependudukan), nama, alamat, nomor telepon, dan bahkan jumlah gaji juga termasuk di dalamnya.

Untuk membuktikan kebenaran data dari 279 juta, si pengunggah data bahkan memberikan sampel berisi 1 juta data penduduk Indonesia. Sampel tersebut diunggah ke laman berbagi file bayfiles, anonfiles, dan mega.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini