Menkes Ungkap Penyebab Oksigen Sempat Langka di Jateng

Binti Mufarida, Sindonews · Jum'at 25 Juni 2021 12:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 25 337 2430808 menkes-ungkap-penyebab-oksigen-sempat-langka-di-jateng-HSbbrssRGU.jpg

JAKARTA - Beberapa waktu lalu sempat ada isu yang beredar bahwa pasokan oksigen untuk pasien Covid-19 di Jawa Tengah mengalami kelangkaan akibat melonjaknya kasus Covid-19.

Isu tersebut semakin kencang berhembus, apalagi kelangkaan oksigen juga pernah terjadi di India setelah melonjaknya kasus Covid-19 di sana.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin pun mengungkap penyebabnya. Menurut dia, kelangkaan tersebut terjadi karena ada persoalan logistik.

“Masalah oksigen ini juga ada masalah mengenai logistiknya. Jadi pabrik oksigen itu ada 4 di Jawa Barat, 1 di Jawa Tengah, 4 di Jawa Timur,” kata Budi dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (25/6/2021).

Budi pun mengatakan bahwa pabrik produksi oksigen di Jawa Tengah sempat terhenti akibat aliran listrik yang terganggu.

Baca juga: Bantah Pasokan Menipis, Menkes: Oksigen yang Ada Itu Cukup!

“Kemarin kalau temen-temen cepat dengar ada isu di Jawa Tengah sebenarnya itu karena memang pas ada kondisi pabriknya sempat berhenti karena aliran listrik yang terganggu sebentar. Tapi karena memang besinya butuh waktu untuk start up kembali sehingga membutuhkan waktu,” katanya.

Budi menegaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan PLN agar suplai listrik konsisten untuk pabrik oksigen. “Nah kita sudah berkoordinasi dengan PLN untuk memastikan agar suplai listriknya itu konsisten untuk seluruh pabrik-pabrik oksigen yang ada di Jawa agar mereka bisa berproduksi penuh dan tidak terganggu operasinya,” paparnya.

Baca juga: Tekan Covid-19, Menkes: Kita Tangani dari Hulu ke Hilir

Budi juga mengatakan jika terjadi kelangkaan oksigen di salah satu provinsi misalnya di Jateng, maka akan segera disuplai dari provinsi lain. “Kita sudah berdiskusi dengan produsen oksigen ini agar kalau ada sesuatu yang terjadi di Jawa Tengah karena pabrik oksigennya hanya satu, kita bisa langsung mengisi dengan truk untuk asalnya pabrik dari Jawa Barat atau Jawa Timur.”

“Nah, truk-truk ini besar-besar dan tersedia juga jumlahnya cukup. Dan kita sudah berkoordinasi juga dengan Pak Panglima TNI dan Kapolri untuk memastikan bahwa logistik atau pergerakan dari truk besar ini aman tidak akan ada gangguan tidak ada masalah odol, tidak ada masalah lainnya, ini aman karena memang digunakan untuk untuk mengangkut oksigen ya,” papar Budi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini