Waspada! Covid-19 Varian Delta Asal India Menular saat Papasan Dalam 5 Detik

Carlos Roy Fajarta, · Jum'at 25 Juni 2021 12:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 25 337 2430802 waspada-covid-19-varian-delta-asal-india-menular-saat-papasan-dalam-5-detik-byyEidtLNV.jpg Foto: Okezone

JAKARTA – Lonjakan kasus harian Covid-19 di Indonesia semakin menkhawatirkan. Pemerintah pun mengambil sejumlah kebijakan untuk memutus mata rantai Covid-19. Salah satunya dengan menerapkan PPKM Mikro hingga 5 Juli mendatang. 

(Baca juga: Gawat! 154 Anggota DPR dan Staf Positif Covid-19)

Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman menjelaskan bahayanya Covid-19 varian Delta asal India lebih cepat menular.

"Varian Delta Covid-19 ini lebih cepat menyebar, menular, dengan reproduksi delta varian ini bisa sampai 8, kemudian karena viral load nya semakin tinggi maka semakin banyak orang membutuhkan RS," ujar Dicky Budiman, kepada MNC Portal, Jumat (25/6/2021).

(Baca juga: Pimpin Pasukan Elite, Ini Aksi Memukau Letjen Dudung Lumpuhkan Musuh dengan Sumpit)

Ia menyebutkan apabila pada varian awal virus Corona seseorang dapat tertular Covid-19 jika berjabat erat selama kurun waktu 15 menit, maka saat ini dengan varian virus Corona Covid-19 yang baru seseorang dapat tertular Covid-19 hanya dengan berpapasan 5-10 detik saja.

"Data dari Sydney itu untuk penularan kalau dulu 15 menit dalam kontak dekat erat sekarang cukup 5-10 detik. Ini yang menyebabkan virus Corona Covid-19 varian delta lebih berbahaya," ulasnya.

Dampak dari varian baru virus Corona Covid-19 Delta ini kata Dicky Budiman menyebabkan semakin banyak orang yang harus dirawat di Rumah Sakit. Selain itu kebutuhan akan tabung oksigen meningkat drastis.

"Varian baru memang seperti itu dan banyak ditemukan di negara lainnya. Hal inilah yang memicu kebutuhan oksigen tinggi, dan banyak orang harus di rawat di RS. Semua Varian Covid-19 memang mengurangi kadar oksigen dalam darah,”ulasnya.

"Hanya yang varian delta ini jauh lebih berat. Di Wuhan dulu juga begitu. Tapi makin kesini makin tingginya viral load maka semakin berat gejalanya," tandas Epidemiolog Dicky Budiman

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini