Kapasitas RS Darurat Covid-19 di DKI Jakarta Ditambah hingga 7 Ribu Tempat Tidur

Binti Mufarida, Sindonews · Jum'at 25 Juni 2021 12:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 25 337 2430789 kapasitas-rs-darurat-covid-19-di-dki-jakarta-ditambah-hingga-7-ribu-tempat-tidur-wlYwboGtND.jpg Menkes RI, Budi Gunadi (foto: ist)

JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah saat ini telah meningkatkan kapasitas perawatan isolasi di Rumah Sakit Darurat Covid-19 di DKI Jakarta hingga 7 ribu tempat tidur.

Sebelumnya, RS Darurat Covid-19 hanya di Wisma Atlet dengan kapasitas perawatan isolasi sebanyak 5.994 tempat tidur.

“Kita menambah tempat isolasi yang menambah tempat isolasi. Kita tahu Wisma Atlet yang tadinya ada sekitar 5.994 sudah kita naikkan sampai ke level 7.000. Tapi kemudian karena kasus kematian naik terus itu pun juga semakin hari semakin penuh,” ujar Budi dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (25/6/2021).

Budi mengatakan, penambahan kapasitas isolasi RS Darurat ini yakni di Pasar Rumput dan di Nagrak.

“Jadi kita tidak menambah dua tempat isolasi baru, satu di Pasar Rumput, satu di Nagreg. Di Nagrak itu ada 4 Tower kita bisa isi sekitar 4.000 kita akan memulai dengan 2.000 dulu, tapi itu fasilitas maksimalnya bisa 4.000,” kata Budi.

Baca juga: Tekan Covid-19, Menkes: Kita Tangani dari Hulu ke Hilir

“Sedangkan di Pasar Rumput kita akan juga menambah kapasitas isolasi sekitar 3.000. Jadi ada 7.000 tempat tidur isolasi tambahan atau 2 kali lipat lebih banyak dari sebelumnya yang ada di Wisma Atlet,” tambahnya.

Budi mengatakan untuk pasien Covid-19 tanpa gejala (OTG) dan ringan akan dipindahkan ke Nagrak dan Pasar Rumput.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Satu Juta Perhari Dimulai Juli

“Sehingga Wisma Atlet yang memang fasilitas yang sudah ada lebih lama, kita bisa upgrade untuk juga bisa menangani yang kondisinya sudah menengah, sedang kondisi berat tetap kita arahkan ke rumah sakit,” papar Budi.


Budi akan memastikan bahwa disiplin pengisian ini bisa dijaga. “Sebenarnya OTG kita bisa rawat inap di rumah isolasi mandiri atau isolasi terpusat di Nagreg atau di Pasar Rumput. Dengan demikian kita harapan bahwa kapasitas layanan kesehatan baik itu yang orang tanpa gejala maupun orang yang dengan gejala ringan menengah berat itu kita atur dengan lebih baik,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini