Kisah Penemuan Keraton Surosowan dan Masjid Banten Usai Dihancurkan Daendels

Doddy Handoko , Okezone · Jum'at 25 Juni 2021 07:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 25 337 2430647 kisah-penemuan-keraton-surosowan-dan-masjid-banten-usai-dihancurkan-daendels-eAE4oME6XN.jpg Ilustrasi (Foto: istimewa)

Mengetahui keadaan utusannya itu, Daendels segera memerintahkan pasukannya untuk menyerang istana Surosowan pada hari itu juga, yakni tanggal 21 Nopember 1808 (Chijs, 1881:43).

Serangan yang tiba-tiba ini sangat mengejutkan dan memang di luar dugaan, sehingga Sultan tidak sempat lagi menyiapkan pasukannya.

"Prajurit-prajurit Banten dengan keberanian yang mengagumkan mempertahankan setiap jengkal tanah airnya," ucap Ismet.

Tapi akhirnya Deandels dapat menumpas semua itu. Surosowan dapat direbutnya, dibakar dan dihancurkan rata dengan tanah. Sultan Aliudin ditangkap dan diasingkan ke Ambon.

Baca juga: Peristiwa 23 Juni: Abdul Mufakir Menjadi Sultan Banten hingga Lahirnya Zinedine Zidane

Sedangkan Patih Mangkubumi dihukum pancung dan mayatnya dilemparkan ke laut.

Ketika keraton Surosowan dan Masjid Banten ditinggalkan penghuninya menjadi hutan belantara dan semak-belukar.

Dulu ada pohon beringin, pohon sawo juga banyak hewan seperti ular, ayam hutan dan macan kecil sebesar kucing. Bahkan sampai tahun 2000–an masih ditemukan macan kucing tadi.

Kemudian masyarakat melakukan pembersihan tahun 1942-1943. Oleh seorang tokoh dengan memakai ilmu gaib, hewan berbisa seperti ular digiring menuju gunung Pinang. Tanpa dipegang dan disentuh ular itu kabur.

Baca juga: Misteri Arya Dillah, Putra Maulana Hasanuddin dari Jin yang Bisa Merontokkan Daun Beringin

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini