Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Segera Disidang

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 24 Juni 2021 17:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 24 337 2430415 gubernur-sulsel-nurdin-abdullah-segera-disidang-UUHMlD3htp.jpg Nurdin Abdullah (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Gubernur non-aktif Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah (NA) akan disidang atas kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait sejumlah proyek di wilayahnya, dalam waktu dekat. Hal itu sejalan dengan telah dilimpahkannya berkas penyidikan Nurdin Abdullah ke tahap penuntutan.

Tak hanya Nurdin Abdullah, berkas penyidikan Sekretaris Dinas (Sekdis) PUPR non-aktif Sulawesi Selatan, Edy Rahmat (ER), juga telah dilimpahkan ke tahap penuntutan pada hari ini. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan bahwa berkas penyidikan Nurdin dan Edy telah lengkap.

"Setelah dilakukan pemeriksaan kelengkapan berkas perkara untuk tersangka NA dan tersangka ER oleh tim JPU dan dinyatakan lengkap, hari ini dilaksanakan tahap II (penyerahan tersangka dan barang bukti) dari tim penyidik kepada tim JPU," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Kamis (24/6/2021).

Ali menambahkan, penahanan keduanya nantinya akan dilanjutkan menjadi kewenangan JPU. Masing-masing tersangka, sambung Ali, akan dilanjutkan penahanannya selama 20 hari kedepan dimulai 24 Juni 2021 sampai 13 Juli 2021. Nurdin Abdullah akan dititipkan di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur. Sedangkan Edy Rahmat, ditahan di Rutan KPK Kavling C1.

"Dalam waktu 14 hari kerja, tim JPU menyusun surat dakwaan dan segera melimpahkan berkas perkara ke Pengadilan Tipikor untuk diperiksa, diadili dan diputus oleh majelis hakim," pungkasnya.

Sebelumnya, KPK menetapkan Nurdin Abdullah sebagai tersangka atas kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan serta pembangunan infrastruktur di Sulawesi Selatan tahun anggaran 2020-2021. Nurdin diduga telah menerima suap dan gratifikasi.

Nurdin ditetapkan tersangka bersama dua orang lainnya. Keduanya yakni, Sekretaris Dinas (Sekdis) PUPR Sulawesi Selatan, Edy Rahmat (ER), selaku pihak yang diduga sebagai perantara suap sekaligus orang kepercayaan Nurdin Abdullah dan Direktur PT APB, Agung Sucipto (AS) selaku pemberi suap.

Baca Juga : Fahri Hamzah Bahas Pasal Keonaran, Singgung Vonis Habib Rizieq?

Nurdin diduga menerima suap Rp2 miliar dari Agung Sucipto melalui perantaraan Edy Rahmat. Uang suap sebesar Rp2 miliar itu diduga terkait keberlanjutan proyek wisata yang akan dikerjakan oleh Agung Sucipto di Bulukumba.

Selain suap dari Agung Sucipto, KPK menduga Nurdin juga menerima uang dari para kontraktor lainnya. Nurdin diduga menerima uang dari kontraktor lainnya sebesar Rp3,4 miliar yang berkaitan dengan sejumlah proyek di Sulsel.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini