Kisah Soeharto Ditangkap Tentara karena Disangka Simpatisan PKI

Fahmi Firdaus , Okezone · Kamis 24 Juni 2021 06:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 24 337 2430016 kisah-soeharto-ditangkap-tentara-karena-disangka-simpatisan-pki-G39Xck2fHh.jpg Foto: IPPHOS

BULAN Juni, merupakan bulan istimewa bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Pasalnya, pada bulan ini, dua tokoh besar Indonesia lahir. Yaitu Presiden pertama Soekarno lahir di Surabaya, 6 Juni 1901 dan selanjutnya Presiden kedua Soeharto dilahirkan di Desa Kemusuk, Argomulyo, Sedayu, Bantul pada 8 Juni 2021.

(Baca juga: Yusril Bawa Kabar Duka, Mantan Pengacara Soeharto Mohamad Assegaf Meninggal)

Menilik kebelakang, banyak kisah dan sejarah perjuangan dua tokoh besar tersebut. Soeharto memimpin bangsa ini selama 31 tahun, setelah menggantikan Soekarno usai pidato pertanggungjawaban tokoh bangsa yang dikenal sebagai Penyambung Lidah Rakyat berjudul Nawaksara itu ditolak MPRS.

(Baca juga: Bocah yang Terombang-ambing di Kepulauan Seribu Dinilai Cocok Masuk Denjaka)

Namun ada kisah unik soal Soeharto ketika dirinya diamankan Pasukan Siliwangi (kini Kodam III/Siliwangi). Satu ketika, pasukan tersebut menangkap Letkol Soeharto di Solo lantaran disangka perwira TNI simpatisan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Kala itu di Solo, memang banyak tentara yang terhasut, terpengaruh dan terafiliasi dengan PKI yang membentuk FDR. Terlebih ketika terjadi kesalahpahaman sampai menimbulkan baku tembak berskala besar antara Pasukan Siliwangi vs Pasukan Panembahan Senopati akibat ulah PKI.

Sementara Letkol Soeharto yang memang melakukan “kunjungan” ke Madiun setelah merebaknya isu Republik Soviet di Madiun, sepulangnya ke Yogya melewati Solo justru dicegat dan ditangkap Pasukan Siliwangi yang tengah berjaga di pos dekat Jembatan Jurug, Solo.

Letkol Soeharto sempat disangka perwira TNI simpatisan PKI yang kebetulan namanya sama. Yakni (Mayor) Soeharto juga, salah satu perwira asal Solo yang memang berafiliasi dengan PKI.

“Sewaktu saya kembali dari Jawa Timur, persis di Jembatan Jurug Solo, saya ditahan, lalu di bawa ke pos Siliwangi. Saya dilucuti, senjata saya diambil. Ternyata karena nama saya Soeharto, saya dikira Mayor Soeharto dari batalion di Solo,” ujar Soeharto dalam autobiografinya, ‘Soeharto: Pikiran, Ucapan dan Tindakan Saya’.

Soeharto mengaku diinterogasi dan ditahan 3 hari lamanya di markas Siliwangi di Kantor Wali Kota Solo. Beruntung, kemudian muncul perwira Siliwangi Kolonel Sadikin yang mengenalinya. Soeharto pun dibebaskan.

“Lho, mengapa kamu di sini?,” tanya Kolonel Sadikin.

“Saya sendiri tidak tahu mengapa saya ditahan di sini,” jawab Soeharto.

“Dia teman kita. Letnan Kolonel Soeharto dari Yogya,” seru Kolonel Sadikin pada anak buahnya, seraya memerintahkan Soeharto dibebaskan dan senjatanya dikembalikan.

(fmi)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini