Kisah Kambing Milik Presiden Soekarno: Si Manis dan Si Bandot

Tim Okezone, Okezone · Kamis 24 Juni 2021 06:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 23 337 2429991 kisah-kambing-milik-presiden-soekarno-si-manis-dan-si-bandot-O7qQcsbZq2.jpg Foto: Istimewa

JAKARTA - Suatu hari, antara tahun 1958-1959, Kepala rumah tangga Istana Cipanas, Oom Burger, seorang warga negara Swiss menghadiahkan Soekarno sepasang kambing.

Kalau tidak salah namanya "Si Manis" dan "Si Bandot". Makin lama, kedua kambing ini makin kurang besar dan kurang ajar. Hingga Soekarno harus memperkerjakan gembala kambing, supaya "embek-embek" itu tidak melahap tanaman hias di halaman istana.

Hal tersebut diceritakan Guntur Soekarno dalam buku "Bung Karno: Bapakku-Kawanku-Guruku", Guntur bercerita mengenai sisi lain dari Bung Karno, ayahnya yang merupakan sang proklamator kemerdekaan Indonesia. Demikian dilansir dari Kepustakaan Presiden, Perpusnas.

Si Bandot dan partner tambah-tambah saja merajalela merusak tanaman. Proyek officer dan pengasuh kambing kehabisan akal buat menjinakkan si Bandot dan si Manis, sehingga menghadaplah mereka-mereka itu tadi pada Bapak.

Baca juga: Cerita Bung Karno Bolak Balik Kencing di Semak-Semak Istana

Kami boleh usul apa Bandot dan Manis boleh kami ikat saja, agar jangan berkeliaran ke sana ke mari?

+ Ojo (jangan)!

Lha ... kados pundi Pak? Menapa mboten becik dipun sate kemawon Pak? Sampun lemu-lemu (Apa tidak lebih baik disate saja Pak? Sudah gemuk)

+ Gendeng kowe (Gila kamu).

Untuk beberapa saat, si Bandot dan Manis tidak lagi menimbulkan soal yang serius, paling-paling hanya mebuat Musli pengasuhnya lari pontang-panting mencegah mereka makan atau merusak tanaman.

Persoalan timbul lagi ketika si Bandot memasuki masa dewasanya. Setiap benda ia seruduk, mobil parkir ditanduknya, pohon besar diterjang. Yang paling lucu bila kita disangkanya si Manis (Saat itu Bandot memang sedang hot-hotnya fall in love dengan Manis).

Baca juga: Saat Lautan Manusia Iringi Kepergian Soekarno ke Tempat Peristirahatan Terakhir

Mbeeek! Si Bandot melompat menyeruduk! Si Bandot menghujam salah satu dari 10 pot antik yang berderet rapi di tangga, hingga berantakan. Akibatnya si bandot berhenti mengejar dan berdiri termanggu-manggu karena kepalanya puyeng.

Akibat soal ini terpaksalah proyek officer dan pengasuh para kambing menghadap Bapak.

Pak kulo bade laporan (Pak saya mau laporan). Pot antik yang di tangga penjagaan depan, pecah diseruduk si Bandot. Dengan wajah merah padam, Bapak melirik kepadaku dan berkata:

+ Tok, kau setuju kalau si Bandot kita sembelih saja buat sate

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini