Kala Presiden Soeharto Cerita Asal Usulnya: Saya Bukan Keturunan Ningrat

Agnes Teresia, Okezone · Kamis 24 Juni 2021 07:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 23 337 2429765 kala-presiden-soeharto-cerita-asal-usulnya-saya-bukan-keturunan-ningrat-D8OrpSNu7L.jpg Presiden Soeharto (Foto: Ist)

JAKARTA - Presiden Soeharto bercerita tentang asal usulnya. Dia menegaskan jika dirinya adalah orang desa, bukan keturunan ningrat. 

Dalam buku Soeharto: Pikiran, Ucapan dan Tindakan Saya, Otobiografi yang diterbitkan PT Citra Kharisma Bunda, presiden kedua RI ini bercerita panjang lebar.

Ingatannya tentang perjalanan hidup ini bermula ketika berumur tiga tahun. Waktu itu Soeharto sudah bersama Mbah Kromodiryo, dukun yang biasa menolong orang melahirkan. Nama panggilannya adalah Mbah Kromo, adik kakek Soeharto, mbah Kertoirono.

Beliaulah yang menolong ibunda Soeharto yang bernama Sukirah sewaktu melahirkan pada 8 Juni 1921, di rumah yang sederhana, di Desa Kemusuk, dusun terpencil, daerah Argomulyo, Godean, sebelah barat kota Yogyakarta.

Baca Juga: Jejak Spiritual Presiden Soeharto: Dari Desa Kemusuk hingga Romo Marto

Ayah Soeharto yang bernama Kertosudiro, adalah ulu-ulu, petugas desa pengatur air, yang bertani di atas tanah lungguh, tanah jabatan selama beliau memikul tugasnya itu. Beliau yang memberi nama Soeharto.

Soeharto adalah anak ketiga. Dari istri yang pertama beliau mempunyai dua anak. Sebagai duda, beliau menikah lagi dengan ibu Sukirah. Tetapi hubungan orang tua Soeharto tersebut kurang serasi hingga akhirnya setelah Soeharto dilahirkan, mereka bercerai.

Beberapa tahun kemudian, Ibu Sukirah menikah lagi dengan seseorang yang bernama Atmopawiro. Pernikahannya ini melahirkan tujuh orang anak. Sementara itu ayah Soeharto pun menikah lagi dan mendapatkan empat anak lagi.

Tak terkira sebelumnya, bahwa pada suatu waktu di hari tua Soeharto, dirinya mesti menjelaskan silsilahnya karena ada yang menulis yang bukan bukan di bulan Oktober 1974 di sebuah majalah.

Saat itu, Soeharto menyuruh Dipo (G Dwipayana) membantah tulisan itu, dan memuatkan bantahannya di dalam majalah dan surat kabar harian yang terbit di Jakarta. Tetapi selang sehari Soeharto perintahkan supaya wartawan-wartawan berkumpul di Bina Graha, tepatnya di kamar kerja.

Baca Juga: Kisah Soeharto Tendang Dinding SD Inpres hingga Ambruk

Soeharto ingin secara pribadi menjelaskan silsilahnya. Di depan wartawan luar dan dalam negeri dibeberkan, Soeharto bukan seseorang dari keturunan ningrat. Dirinya hadapkan dalam pertemuan dengan wartawan-wartawan itu beberapa orangtua, saksi-saksi yang masih hidup yang mengetahui benar silsilah tersebut.

Soeharto adalah keturunan Bapak Kertosudiro alias Kertorejo, ulu-ulu yang secara pribadi tidak memiliki sawah sejengkal pun.

Soeharto berterus terang, di dalam menghadapi kehidupan sewaktu kecil, dirinya mengalami banyak penderitaan yang mungkin tidak dialami oleh orang-orang lain.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini