Pandemi Covid-19, Menag: Khutbah Shalat Idul Adha Paling Lama 15 Menit

Tim Okezone, Okezone · Rabu 23 Juni 2021 14:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 23 337 2429709 pandemi-covid-19-menag-khutbah-shalat-idul-adha-paling-lama-15-menit-XSUDWESyPl.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

JAKARTA - Kementerian Agama menerbitkan edaran tentang penerapan protokol kesehatan dalam penyelenggaraan Sholat Idul Adha 1442 H/2021 M, di masa pandemi Covid-19. Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran Menteri Agama, SE. 15 Tahun 2021.

Menag Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, untuk memberikan rasa aman kepada umat Islam di tengah pandemi Covid-19 yang belum terkendali, dan munculnya varian baru, perlu dilakukan penerapan protokol kesehatan secara ketat dalam penyelenggaraan Sholat Iduladha.

Baca juga:  Penyembelihan Hewan Kurban dengan Prokes Ketat, Alat Tak Boleh Bergantian

Dalam hal Sholat Hari Raya Iduladha dilaksanakan di lapangan terbuka atau di masjid, wajib menerapkan standar protokol kesehatan Covid-19 secara ketat, dengan ketentuan sebagai berikut:

"Sholat Hari Raya Idul Adha dilaksanakan sesuai dengan rukun shalat dan penyampaian Khutbah Idul Adha secara singkat, paling lama 15 menit," kata Yaqut dalam keterangannya, Rabu (26/6/2021).

 Baca juga: Sholat Idul Adha 2021: Wajib Cek Suhu Tubuh, Khatib Pakai Masker & Faceshield

Lalu, sambung dia, jamaah Sholat Hari Raya Idul Adha yang hadir paling banyak 50% dari kapasitas tempat agar memungkinkan untuk menjaga jarak antarshaf dan antarjamaah.

"Panitia Sholat Hari Raya Idul Adha diwajibkan menggunakan alat pengecek suhu tubuh dalam rangka memastikan kondisi sehat jamaah yang hadir; bagi lanjut usia atau orang dalam kondisi kurang sehat, baru sembuh dari sakit atau dari perjalanan, dilarang mengikuti Sholat Hari Raya Iduladha di lapangan terbuka atau masjid/musala," tuturnya.

Dan seluruh jamaah agar tetap memakai masker dan menjaga jarak selama pelaksanaan Sholat Hari Raya IduI Adha sampai selesai; dan setiap jemaah membawa perlengkapan salat masing-masing, seperti sajadah, mukena, dan lain-lain.

"Khatib diharuskan menggunakan masker dan faceshield pada saat menyampaikan khutbah Sholat Hari Raya Idul Adha, seusai pelaksanaan Sholat Hari Raya Idul Adha, jamaah kembali ke rumah masing-masing dengan tertib dan menghindari berjabat tangan dengan bersentuhan secara fisik," pungkasnya.

"Panitia Sholat Hari Raya Idul Adha diwajibkan menggunakan alat pengecek suhu tubuh dalam rangka memastikan kondisi sehat jamaah yang hadir; bagi lanjut usia atau orang dalam kondisi kurang sehat, baru sembuh dari sakit atau dari perjalanan, dilarang mengikuti Sholat Hari Raya Iduladha di lapangan terbuka atau masjid/musala," tuturnya.

Dan seluruh jamaah agar tetap memakai masker dan menjaga jarak selama pelaksanaan Sholat Hari Raya IduI Adha sampai selesai; dan setiap jemaah membawa perlengkapan salat masing-masing, seperti sajadah, mukena, dan lain-lain.

"Khatib diharuskan menggunakan masker dan faceshield pada saat menyampaikan khutbah Sholat Hari Raya Idul Adha, seusai pelaksanaan Sholat Hari Raya Idul Adha, jamaah kembali ke rumah masing-masing dengan tertib dan menghindari berjabat tangan dengan bersentuhan secara fisik," pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini