Tekan Covid-19, Menkes: Kita Tangani dari Hulu ke Hilir

Binti Mufarida, Sindonews · Rabu 23 Juni 2021 09:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 23 337 2429488 tekan-covid-19-menkes-kita-tangani-dari-hulu-ke-hilir-3dRAP6tCSC.jpg Menkes Budi Gunadi Sadikin (Foto: Biro Pers)

JAKARTA - Sejumlah langkah tegas terus diambil pemerintah untuk menekan penyebaran virus Covid-19 di Tanah Air. Di antaranya kebijakan yang bertujuan untuk membatasi mobilitas dan interaksi masyarakat, khususnya di daerah-daerah dengan tingkat penularannya tinggi (zona merah).

Pemerintah pun kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala Mikro. PPKM Mikro akan diperpanjang selama 2 minggu, mulai 22 Juni hingga 5 Juli 2021 dengan membatasi pergerakan masyarakat sebanyak 75-100%, disesuaikan dengan kegiatan dan zona merah penularan Covid-19.

Baca Juga:  RSUD Cengkareng Penuh, Pasien Menumpuk di Lorong-Lorong

Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin menegaskan dalam penanganan Covid-19 harus dari hulu ke hilir. “Kita harus menangani sisi hulu dengan baik agar bisa mengurangi tekanan di sisi hilirnya,” tegasnya dikutip dari laman resmi Kemenkes, Rabu (23/6/2021).

“Di sisi hulu, kita harus membatasi mobilisasi masyarakat melalui penerapan PPKM Mikro guna mengurangi penyebaran virus dan juga mempercepat pelaksanaan vaksinasi. Di hilir, kita akan fokus pada peningkatan pelayanan kesehatan,” kata Budi.

Baca Juga:  Covid-19 Mengganas, MUI DKI Serukan Warga Ganti Sholat Jumat dengan Dzuhur di Rumah

Di sisi hilir, Budi mengatakan, pihaknya sebelum libur Idul Fitri tahun ini telah melakukan langkah-langkah sebagai antisipasi terjadinya lonjakan kasus merujuk pada pengalaman sebelumnya.

“Langkah-langkah tersebut diantaranya memberikan instruksi kepada rumah sakit di seluruh Indonesia untuk menambah jumlah tempat tidur dan ruang isolasi, menambah obat-obatan yang diperlukan serta peralatan seperti APD, dan juga menambah tenaga kesehatan,” paparnya.

Sementara itu, hingga 21 Juni 2021 jumlah total keterisian tempat tidur untuk pasien Covid-19 secara nasional ada di angka 57 ribu. Kemenkes kemudian menginstruksikan tempat tidur perawatan khusus Covid-19 untuk ditingkatkan dari 75 ribu menjadi 83 ribu.

Dengan asumsi seluruh rumah sakit di Indonesia memberikan 30% kapasitas ruangan untuk merawat pasien Covid-19, kapasitas tempat tidur isolasi untuk pasien Covid-19 masih bisa ditingkatkan hingga mencapai 130 ribu tempat tidur.

Untuk mengantisipasi kekurangan tenaga kesehatan di rumah sakit, Kemenkes bekerja sama dengan IDI dan PPNI terus mengirim bantuan tenaga kesehatan yang memang dibutuhkan, termasuk dokter pasca internship, peserta program Pendidikan Dokter Spesialis, peserta program Nusantara Sehat, lulusan Poltekkes Kemenkes, serta merekrut kembali relawan yang telah habis masa tugas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini