Lemhanas Lakukan Studi Kasus di NTB, Bahas Apa?

Agregasi Sindonews.com, · Selasa 22 Juni 2021 22:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 22 337 2429342 lemhanas-lakukan-studi-kasus-di-ntb-bahas-apa-6tF5EuImOd.jpg Laksamana Muda TNI, Suratno (Foto: Ist)

LOMBOK TENGAH – Peserta PPRA LXII Lemhannas RI mengunjungi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), dalam rangka Studi Lapangan Isu Strategi Nasional (SLISN), tentang Evaluasi Terhadap Implementasi Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika.

Dalam kunjungan tersebut, Lemhannas menggelar Forum Grup Discussion (FGD) dengan seluruh stakeholder, dengan beberapa narasumber seperti Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bari; Ketua DPRD Provinsi NTB, Baiq Isvie Rupaedah; Gubernur NTB, Zulkieflimansyah; Kapolda NTB, Irjen Pol Muhammad Iqbal; Wakil Rektor Universitas Mataram, Prof. Dr. Kurniawan,SH.,M.Hum, Managing Director ITDC Mandalika Bram Subiandoro, dan selaku Moderator acara forum diskusi ini yaitu Prof. Dr. Dr. med. dr. A.B. Susanto,S.E., M.A., CPM.

Ketua Rombongan Peserta SLISN PPRA LXII Lemhannas RI, Laksamana Muda TNI Suratno, SH, MH mengatakan, pihaknya melakukan kunjungan ke KEK Mandalika dengan tujuan untuk mencari informasi terkait sejauh mana perkembangan pembangunan Sirkuit Moto GP Mandalika NTB ini.

“Kedatangan rombongan kami ke Sirkuit Mandalika dengan tujuan untuk mengadakan studi kasus, dan mencoba untuk mengorek permasalahan yang selama ini tengah menjadi polemik di masyarakat sekitar secara holistik dan komprehensif, terkait dengan pembangunan KEK Mandalika yang juga sudah menjadi isu nasional. Karena berdasarkan laporan yang kami terima, pembangunan KEK Mandalika terindikasi ada permasalahan tentang pelanggaran HAM,” kata Laksamana Muda TNI Suratno di acara Forum Grup Discussion, Selasa (22/6/2021).

Laksamana Muda TNI Suratno pun berharap dengan adanya forum diskusi tersebut bisa menghasilkan solusi yang terbaik untuk kehidupan masyarakat NTB, terutama terkait dalam pembangunan mega proyek pariwisata di Mandalika itu.

“Jika ada masalah dalam pembangunan KEK Mandalika tersebut, cobalah untuk mendiskusikanya di forum ini sehingga muncul titik temu yang diharapkan bisa menjadi suatu jalan keluar, atau solusi terkait permasalahan tersebut,” tuturnya.

Kata Laksamana Muda TNI Suratno, bahwasannya dengan kunjungan rombongan kami ke NTB Mandalika ini pada akhirnya, kami mengetahui bahwa permasalahan sengketa tanah warga sekitar KEK Mandalika sebenarnya sudah selesai dan sudah dalam proses pencairan, serta beberapa tanah milik warga juga sudah diselesaikan dengan tahap konsinyasi yang dananya sudah di titipkan di Pengadilan Setempat.

"Tetapi ada juga beberapa permasalahan lain yang kami temukan, seperti kurangnya harmonisasi antara ITDC dengan Lembaga DPRD Provinsi NTB. ITDC dinilai oleh pihak Lembaga DPRD Provinsi NTB tidak transparan terkait pembangunan proyek tersebut," tuturnya.

Oleh karena itu, Laksamana Muda TNI Suratno berharap dengan adanya diskusi yang melibatkan stakeholder terkait dalam pembangunan KEK Mandalika ini, diharapkan bisa menyelesaikan permasalahan yang ada saat ini dan bisa menemukan titik temu, sehingga tidak akan terulang kembali dengan kejadian yang sama di kemudian hari.

"Dengan adanya diskusi ini pada akhirnya semua pihak terbuka terkait permasalahan yang ada, dan akhirnya kesalahpahaman yang terjadi selama ini, selesai di forum diskusi ini. Saya juga berharap semua elemen bisa mendukung akan pembangunan KEK Mandalika ini, agar masyarakat NTB bisa mendapatkan manfaat yang positif terkait dengan pembangunan KEK Pariwisata Mandalika ini," sambungnya.

Jadi, menurut Laksamana Muda TNI Suratno, tidak hanya infrastruktur KEK Pariwisata Mandalika yang di harapkan bisa berdiri kokoh akan tetapi Sumber Daya Manusia (SDM) juga harus dipersiapkan dengan baik.

"Jadi pengembangan wisata tidak hanya sekadar masalah infrastruktur saja, tetapi juga SDM yang perlu dipersiapkan dengan baik, terlebih adanya event internasional seperti MotoGP 2022 mendatang di Sirkuit Mandalika,'' tuturnya.

Oleh karena itu, Laksamana Muda TNI Suratno meminta kepada seluruh stakeholder dapat saling bahu membahu dan mendukung pembangunan KEK Mandalika ini agar bisa menjadikan Indonesia negara yang kaya akan potensi pariwisatanya, seperti event Internasional Moto GP 2022.

"Saya berharap seluruh stakeholder dapat bahu membahu dalam membangun KEK Mandalika, agar bisa meningkatkan kondisi perekenomian nasional melalui sektor pariwisata daerah, hingga dapat memulihkan perekonomian di daerah terlebih saat pandemi Covid-19 seperti saat sekarang ini," pungkasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini