Aksi Heroik Pasukan Kopassus Rebut Irian Barat dari Tangan Belanda

Fahmi Firdaus , Okezone · Rabu 23 Juni 2021 06:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 22 337 2429341 aksi-heroik-pasukan-kopassus-rebut-irian-barat-dari-tangan-belanda-SsaSZ0QCKE.jpg Foto: Pen Kopassus

SEBAGAI prajurit elite, Komando Pasukan Khusus (Kopassus) seringkali diterjunkan di berbagai palagan. Salah satunya yang paling terkenal adalah saat merebut Irian Barat (Papua) dari tangan Belanda.

(Baca juga: Preman Paling Menakutkan Ini Insyaf dan Jadi Perwira Kopassus)

Saat itu, pasukan RPKAD (Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat) cikal bakal Kopassus, mendapat perintah untuk melakukan infiltrasi ke Bumi Cendrawasih. Operasi tersebut dilakukan 23 Juni 1962 atau tepat 59 tahun silam, dengan nama Operasi Naga.

Melansir Wikipedia, Operasi Naga menjadi operasi penerjunan terbesar dari kampanye Trikora yang melibatkan 215 personel, terdiri dari 55 pasukan RPKAD dan 160 pasukan dari Batalyon Raiders 530/Brawijaya. Benny Moerdani memimpin pasukan RPKAD. Sedangkan Kapten Bambang Soepeno memimpin pasukan Raiders 530.

(Baca juga: Hikayat Pasukan Komando Baret Merah yang Dibentuk Eks Sopir Ratu Wilhelmina)

Para penerbang tiga pesawat C-130 Hercules yang terlibat, masing-masing adalah Letkol Udara Slamet dengan Navigator Mayor Udara Gan Sing Lip, Mayor Udara Najoan dengan Navigator Mayor Udara Hanafi dan Kapten Udara Sukardi dengan Navigator Mayor Udara The Tjing Ho.

Operasi dilaksanakan dengan sandi Gareng Flight, bergerak dari Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta menuju Lanud Iswahjudi, lanjut ke Lanud Sultan Hasanudin, dan berlanjut ke PAU-Pangkalan Angkatan Udara Amahai.

Selain membawa 55 orang RPKAD dan 160 orang anggota Batalyon 530/Brawijaya, dalam operasi ini juga diangkut logistik seberat 8.400 kg.

Saat itu, ketiga pesawat C-130 Hercules meninggalkan PAU Amahai dengan ketinggian 20.000 - 25.000 kaki. Sampai di atas pulau Tranggun (Doka Barat) sebagai checkpoint, mereka menyusun formasi dengan melakukan terbang rendah untuk penerjunan pada ketinggian 1.000 kaki di atas permukaan laut.

Ketiga pesawat C-130 Hercules tiba di sasaran, dan mulai menerjunkan pasukannya. Namun karena operasi ini dilakukan tanpa tahu kondisi medan di sana dan karena suasana masih gelap, maka penerjunan ini menjadi kacau. Sungai yang disangka Sungai Merauke ternyata adalah Sungai Kumbai, dimana kesalahan ini karena operasi ini didasarkan pada peta lama buatan tahun 1937 sebagaimana dinyatakan oleh Benny Moerdani.

(fmi)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini