Ketua IDI: Gunakan Pereda Nyeri Jika Alami KIPI Ringan Usai Divaksin Covid-19

Antara, · Selasa 22 Juni 2021 19:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 22 337 2429260 ketua-idi-gunakan-pereda-nyeri-jika-alami-kipi-ringan-usai-divaksin-covid-19-wQIWBMN0ow.jpg Ketua IDI Adib Khumaidi (Foto: Antara)

JAKARTA - Ketua Terpilih Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Adib Khumaidi mengatakan bahwa masyarakat bisa menggunakan obat pereda nyeri jika mengalami gejala ringan, misalnya demam atau nyeri kepala, terkait Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) usai disuntik vaksin Covid-19.

"Sejauh ini memang ada keluhan-keluhan (KIPI) tapi itu yang ringan seperti demam, pegal, atau sakit kepala. Itu bisa ditangani dengan meminum obat pereda nyeri seperti parasetamol ataupun ibuprofen,” kata Adib, Selasa (22/6/2021).

Ia mengatakan, kendati ada potensi KIPI pada penerima vaksin AstraZeneca, namun masyarakat tidak perlu ragu menerima vaksin dengan merek itu karena reaksi serupa juga ditemukan pada penerima vaksin Sinovac, maupun Sinopharm yang digunakan dalam program Vaksinasi Gotong Royong.

Baca juga: Google Doodle Hari Ini Ingatkan soal Vaksinasi Covid-19

"Jadi memang itu reaksi yang normal, sama seperti saat anak- anak menjalani imunisasi DPT (Difteri, Pertusis, Tetanus). Kalau ditemukan reaksi demam, atau sakit kepala kami selalu sarankan orang tuanya untuk memberi anaknya obat pereda nyeri seperti paracetamol,” kata Adib.

Orang yang mengalami KIPI dianjurkan berkonsultasi dengan dokter jika mengalami reaksi yang lebih berat dari demam, pegal, atau nyeri kepala seusai menerima vaksin virus corona.

Baca juga: Pandemi Covid-19 Terkendali Jika Vaksinasi Mencapai 70%

“Segera bawa ke rumah sakit jika terdapat keluhan yang memberat. Masyarakat bisa ke rumah sakit sekitar 1x24 jam usai menerima vaksin (jika reaksi memburuk),” ujar Adib.

Masyarakat umum berusia 18 tahun ke atas sudah menerima vaksin Covid-19 sejak akhir Mei 2021. Pemberian vaksinasi diharapkan dapat selesai di Desember 2021 dengan target awal Maret 2022 untuk 180 juta penduduk di Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini