Fakta-Fakta Ivermectin, Obat Cacing yang Dikabarkan Bisa Obati Covid-19

Tim Okezone, Okezone · Rabu 23 Juni 2021 06:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 22 337 2429212 fakta-fakta-ivermectin-obat-cacing-yang-dikabarkan-bisa-obati-covid-19-NYt0XROmyY.jpg Foto: News24.

JAKARTA – Setelah marak dikabarkan sebagai obat untuk terapi pasien Covid-19, obat Ivermectin menjadi banyak dicari dan dibicarakan. Terkait hal ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan klarifikasi dan penjelasan mengenai Ivermectin.

Dalam keterangannya, Kepala BPOM Penny K. Lukito menjelaskan bahwa Ivermectin memang memiliki izin edar, namun sebagai obat cacing, bukan untuk perawatan Covid-19. Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa Ivermectin adalah obat keras yang memiliki efek samping, antara lain nyeri otot/sendi, ruam kulit, demam, pusing, sembelit, diare, mengantuk, dan Sindrom Stevens-Johnson.

BACA JUGA: Kantongi Izin BPOM, Ini 5 Fakta Ivermectin Obat Terapi Covid-19

“Ini obatnya adalah obat berbahan kimia ya, tapi bahan kimia yang ada efek sampingnya," jelas Penny saat memberikan keterangan pada Selasa (22/6/2021).

Karena efek samping inilah penggunaan Ivermectin memerlukan resep dokter dan tidak boleh dikonsumsi secara asal-asalan.

Keterangan BPOM menyatakan bahwa meski publikasi di media terkait penggunaan Ivermectin yang menunjukkan potensi efek penyembuhan terhadap Covid-19, hal itu tidak cukup menjadi bukti khasiatnya untuk melawan virus corona.

BACA JUGA: BPOM Sebut Ivermectin Bukan Obat Covid-19 tapi Obat Cacing, Punya Senyawa Keras!

"Memang ditemukan adanya indikasi ini membantu penyembuhan. Namun belum bisa dikategorikan sebagai obat Covid-19 tentunya," kata Penny.

"Kalau kita mengatakan suatu produk obat Covid-19 harus melalui uji klinis dulu, namun obat ini tentunya dengan resep dokter bisa saja digunakan sebagai salah satu terapi dalam protokol dari pengobatan Covid-19".

Menurutnya, Ivermectin mungkin bisa digunakan untuk perawatan Covid-19, tetapi hal itu perlu diputuskan oleh kementerian kesehatan.

“Nanti pemerintah mungkin yang akan berproses dan setiap protokol untuk pengobatan Covid-19 harus dikeluarkan oleh asosiasi profesi yang terkait dan juga dengan Kemenkes RI," jelasnya.

ivermectin adalah salah satu obat antiparasit yang paling sukses di dunia dalam kedokteran hewan dan manusia. Keampuhan ivermectin terlihat dari penjualan global obat tersebut yang mencapai lebih dari USD1 miliar atau setara Rp14,4 triliun sejak pertengahan 1980-an.

Obat yang dikembangkan melalui kolaborasi sektor publik dan swasta itu telah disumbangkan secara gratis sejak 1987 oleh produsennya yakni Merck & Co. Inc, untuk memerangi river blindness/onchocerciasis (infeksi cacing gelang Onchocerca volvulus) pada orang-orang di daerah tropis. Obat ini juga sekarang digunakan untuk mengobati strongyloidiasis dan kudis pada manusia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini